Berita Surabaya

Ragam Inspirasi Pesta Pernikahan di Wedding Exhibition 'Mitra Pernikahan Indonesia'

Pameran ini fokus menjadi pameran pernikahan terlengkap yang menghadirkan beragam inspirasi mengenai pesta pernikahan

Ragam Inspirasi Pesta Pernikahan di Wedding Exhibition 'Mitra Pernikahan Indonesia'
SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq
WEDDING TRADISIONAL - Suasana pameran wedding tradisional Mitra Pernikahan Indonesia di Dyandra Convention Hall, Jumat (17/5/2019) malam. Pameran wedding tradisional terlengkap itu akan digelar hingga Minggu (19/5/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bagi para calon pengantin yang masih bingung untuk mempersiapkan pesta pernikahan, tidak ada salahnya mampir ke gelaran wedding exhibition 'Mitra Pernikahan Indonesia'.

Berlokasi di Dyandra Convention Hall Surabaya, acara ini terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi hingga Minggu (19/5/2019).

Acara ini menghadirkan beragam tenant yang menyediakan kebutuhan pernikahan mulai dari dekorasi gedung dengan berbagai tema mulai dari yang adat, rustic, hingga chic dan glamor.

Juga ada puluhan pilihan busana pengantin dan tata rias, vendor, serta sederet fasilitas pendukung pernikahan lainnya.

Gelaran yang diinisiasi oleh Mitra Flower Decoration ini juga menghadirkan fashion show busana pengantin dan pertunjukan seni budaya khususnya Jawa.

"Pameran ini fokus menjadi pameran pernikahan terlengkap yang menghadirkan beragam inspirasi mengenai pesta pernikahan. Selain itu kami ingin mengangkat sekaligus mempromosikan budaya Nusantara," tutur Sumitro, ketua pelaksana sekaligus ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (Aspedi).

Oleh karena itu, pada pameran ini menampilkan berbagai adat pengantin dari berbagai daerah. Seperti memperlihatkan prosesi pernikahan adat Solo, mulai dari tata cara siraman, midodaren dan teluk panggihnya.

"Sekarang ini banyak anak muda yang berbisnis pesta pernikahan. Tetapi mereka belum mengetahui dasar dan filosofinya. Kami ingin memberikan edukasi," jelasnya.

Jangan sampai, lanjutnya, jarik yang mestinya dikenakan orangtua jadi dikenakan penerima, begitu sebaliknya. Jangan pula batik yang seharusnya dikenakan untuk takziah dikenakan untuk mantenan.

Ketua Himpunan Perusahaan Penata Tata Acara Indonesia (Hastana) Agus Budi Sentosa menggemukakan, Mitra Pernikahan Indonesia merupakan wujud terima kasih kepada kepada para pemangku adat, perias dan MC tradisional.

"Kami ingin menyampaikan bahwa tradisional itu elegan dan tidak kuno. Dalam sebuah prosesi, ada banyak doa dan harapan yang besar. Ini yang perlu diketahui anak muda atau calon pengantin," jelasnya.

Meskipun ingin menonjolkan pernikahan yang tradisional, namun dalam exhibition kali ini juga tetap menghadirkan beragam busana, tata rias dan pernak-pernik pernikahan yang modern dalam berbagai pilihan.

Menurut salah satu pengunjung, Yanti mengatakan ini merupakan gelaran yang sangat membantu para calon pengantin untuk mencari inspirasi untuk hari pernikahan.

"Ada banyak pilihan mulai dari busana, MUA, sovenir, undangan, vendor hingga dekorasi yang bisa menjadi pertimbangan bagi para calon pengantin," tutur Yanti.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved