Berita Ekonomi Bisnis

Sukses Bisnis Arifin Berkat Rumah Belajar JICT: Lebih Baik Jadi Kepala Semut daripada Buntut Gajah

Ketekunannya memproduksi aneka produk berbasis sablon seperti kaus, mug, hingga topi, Arifin kini meraup omzet jutaan rupiah per bulan.

Sukses Bisnis Arifin Berkat Rumah Belajar JICT: Lebih Baik Jadi Kepala Semut daripada Buntut Gajah
foto: istimewa
Suasana Rumah Belajar binaan Jakarta International Container Terminal (JICT) di Koja, Jakarta Utara. 

Namun, suasana belajar yang demikian nyaman, pembawaan tutor-tutor (guru) yang akrab hingga atmosfir kekeluargaan yang kental di Rumah Belajar JICT Koja membuat perasaan negatif itu hilang tanpa bekas.

Ditambah lagi di Rumah Belajar Arifin bisa menyalurkan bakat kreatifnya.  Arifin mengaku sejak kecil memang suka membuat aneka kerajinan tangan.

“Saya dari kecil suka bikin-bikin apapun sendiri. Kotak tisu dari bahan flannel, dompet, souvenir, bros, bingkai foto, apapun,” ujarnya sumringah.

Kreativitasnya pun tersalurkan di Rumah Belajar JICT Koja, lantaran di sana juga mengajarkan program keterampilan, selain program kesetaraan mata pelajaran umum seperti lazimnya yang diajarkan di sekolah formal.

Zainal Abidin, Koordinator Program Rumah Belajar dari Yayasan Jala Samudra Mandiri, pengelola yang mendapat amanat JICT untuk menjalankan program Rumah Belajar menjelaskan, selain program kesetaraan mata pelajaran umum, di tempatnya juga terdapat berbagai program keterampilan praktis yang bertujuan mengajarkan siswa didik untuk mandiri usai menyelesaikan paket penyetaraan.

“Di Rumah Belajar JICT terdapat program keterampilan perakitan dan reparasi komputer, pengolahan gambar dengan program Photoshop, keterampilan menyablon, hingga pelatihan wirausaha yang mendorong siswa untuk menjual produknya kepada masyarakat. Tujuan kita agar anak didik kita, yang umumnya berasal dari keluarga yang kurang mampu, bisa menjadi lulusan yang mandiri selain siap untuk meneruskan pendidikan ke tahap selanjutnya,” ujar Zainal ketika ditemui di Rumah Belajar JICT Koja di Jalan Cikijang II, No.4, Kelurahan Koja, Jakarta Utara.

Zainal menerangkan, Yayasan Jala Samudra Mandiri kini mengelola 3 Rumah Belajar JICT yang berlokasi di Kecamatan Koja, Cilincing dan Tanjung Priok, seluruhnya di Jakarta Utara, dengan ditenagai oleh 8 tutor di setiap unitnya.

Fasilitas yang tersedia pun lengkap tersedia seperti ruang kelas, meja belajar, papan tulis, alat tulis, plus 10 unit computer yang bisa dipakai praktik siswa serta berbagai peralatan pelajaran keterampilan maupun buku pelengkap mata pelajaran umum.

“Fasilitas kita bisa lengkap karena seluruhnya dibiayai JICT. Kita sekarang mengelola 3 Rumah Belajar dan 15 kelas jauh. Sejak berdiri di 2007, total sudah 7 ribu lebih penerima manfaat Rumah Belajar JICT,” ungkap Zainal.

Kembali pada Arifin. Bekal keterampilan yang diperolehnya dari Rumah Belajar JICT Koja itu pun terus dikembangkan setelah lulus di 2016.

Halaman
123
Penulis: Yoni
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved