Berita Surabaya

Prioritas KBS setelah Perbaruan Izin Lembaga Konservasi Keluar dari Kementerian LHK

Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Taman Satwa KBS, Chairul Anwar menjelaskan KBS baru saja perbarui izin Lembaga Konservasi.

Prioritas KBS setelah Perbaruan Izin Lembaga Konservasi Keluar dari Kementerian LHK
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Warga menikmati liburan di Kebun Binatang Surabaya (KBS), Selasa (1/1/2019). Libur tahun baru sekaligus libur terakhir bagi siswa sekolah membuat KBS dibanjiri pengunjung.  

SURYA.co.id | SURABAYA - Prioritas Kebun Binatang Surabaya (KBS) setelah perbaruan izin lembaga konservasi selesai dilakukan adalah revitalisasi kandang.

Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Taman Satwa KBS Chairul Anwar menjelaskan KBS baru saja perbarui izin Lembaga Konservasi.

Izin yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia itu sebelumnya dilakukan KBS terakhir tahun 2014 lalu.

"Masa berlakunya lama sekitar 30 tahun. Sebelum pengajuan, harus ada masterplan yang begitu panjang, kami butuh hampir 6 sampai 8 bulan merancangnya. Dengan adanya SK ini legalitas kita jelas, on the track dan jadi perusahaan yang bisa bersaing dengan kompetitor," Jelas Chairul saat ditemui di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Jumat (17/5/2019).

Setelah SK yang diberikan KLHK, Chairul menyebut prioritasnya setelah ini adalah revitalisasi kandang yang usianya sudah tua, khususnya kandang burung dan beruang madu.

"Kita juga sudah buatkan jalan setapak di sekitar kandang, nanti akan jadi destinasi baru, pengunjung bisa ngasih makan burung-burung liar. Jadi mengganti tiang dan sabuk untuk penguatan kandang. Luas kandang burung yang sudah tua itu sekitar lebih kurang 700 meter persegi, tak sampai 1000 tinggal pelaksanaan sudah kita desain," jelasnya.

Chairul juga mengaku saat ini banyak pengunjung menanyakan satwa baru, KBS sudah berupaya komunikasi dengan lembaga konservasi, seperti Ragunan untuk diajak tukar satwa.

"Sudah kita kontak, sudah sejak dulu kita ajak MoU," tambah Cahirul. Selain itu KBS akan mempersiapkan pintu sisi dekat kampung Jalan Bumiarjo yang rencananya terkoneksi dengan underpass Terminal Intermoda Joyoboyo.

"Kita sedang bicarakan untuk biayanya, apakah Pemkot termasuk membangun sisi itu, atau KBS bagian sisi pintunya. Dalam trimester ke dua sudah harus menentukan di mana sisi pintu KBS, Pemkot kan juga sudah menentukan pintu Underpass," tutup Chairul

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved