Berita Sidoarjo

Antisipasi Monkeypox, Pantau Suhu Tubuh Penumpang Pesawat di Bandara Juanda

Alat thermal scanner tersebut akan berbunyi bilamana ada penumpang yang terdeteksi memiliki suhu tubuh tinggi.

Antisipasi Monkeypox, Pantau Suhu Tubuh Penumpang Pesawat di Bandara Juanda
tribun jatim/kukuh kurniawan
General Manager PT Angkasa Pura I Juanda, Heru Prasetyo (berbatik biru) dan Kepala KKP Kelas I Surabaya, dr. M. Budi Hidayat Saat Mendapatkan Penjelasan Cara Kerja Alat Thermal Scanner Dari Operator Mesin Thermal Scanner. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya memantau suhu tubuh penumpang di Terminal Kedatangan Internasional (T2) Bandara Juanda, guna mengantisipasi penyebaran virus cacar monyet alias Monkeypox,

Kepala KKP Kelas I Surabaya, dr. M. Budi Hidayat mengatakan, pihaknya bersama dengan PT. Angkasa Pura I Juanda lebih intens melakukan pengawasan terhadap penumpang yang datang dari luar negeri.

"Dengan menggunakan alat pemindai suhu tubuh (thermal scanner) akan dapat langsung diketahui suhu tubuh orang yang terindikasi mengalami virus Monkeypox tersebut. Karena orang yang diduga terkena Monkeypox biasanya memiliki suhu tubuh tinggi sekitar 38 derajat celcius," ujarnya, Jumat (17/5/2019).

Nantinya alat thermal scanner tersebut akan berbunyi bilamana ada penumpang yang terdeteksi memiliki suhu tubuh tinggi.

"Bila ada penumpang yang diketahui memiliki suhu tubuh tinggi dan tertangkap monitor alat tersebut, maka petugas akan langsung mengarahkan ke ruang karantina. Kalau memang terindikasi terkena virus Monkeypox, maka akan langsung dibawa ke rumah sakit rujukan yaitu RSUD DR. Soetomo. Tetapi bila tidak ditemukan indikasi virus Monkeypox dan hanya mengalami suhu tubuh tinggi, maka penumpang dipersilahkan untuk melanjutkan perjalanannya kembali," tambahnya.

Dirinya juga mengatakan, hingga saat ini belum ada penumpang yang datang dari luar negeri terkena virus Monkeypox.

"Belum ada. Hingga hari ini belum ditemukan penumpang yang terindikasi terkena virus Monkeypox tersebut," jelasnya.

Sementara itu, General Manager PT. Angkasa Pura I Juanda, Heru Prasetyo menjelaskan semua penumpang dan kru pesawat dari kedatangan internasional juga tidak luput dari pemindaian alat pendeteksi suhu tubuh tersebut.

"Semua akan dipindai. Tidak ada hal yang khusus maupun yang diistimewakan. Karena harapan kita adalah agar virus tersebut dapat dideteksi sedini mungkin dan jangan sampai hingga menyebar kemana mana," tandasnya. (Kukuh Kurniawan)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved