Berita Surabaya

Kesedihan dan Kepedulian Wali Kota Risma saat Takziah ke Rumah Petugas KPPS Surabaya yang Meninggal

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini masih terus takziah ke sejumlah rumah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan KPU meninggal

Kesedihan dan Kepedulian Wali Kota Risma saat Takziah ke Rumah Petugas KPPS Surabaya yang Meninggal
Surabaya.Tribunnews.com/Pipit Maulidiya
Wali kota Surabaya Tri Rismaharini saat ditemui keluarga KPPS yang meninggal dunia 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini masih terus takziah ke sejumlah rumah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan KPU yang meninggal dunia.

Kunjungan takziah ke 9 dilakukan Wali Kota Risma ke rumah Agus Riyadi (59), anggota KPPS Kelurahan Tambakrejo TPS 10 di Jalan Tambak Arum VII No 8, Surabaya, Kamis (16/5/2019).

Sampai di lokasi, Wali Kota Risma turun mobil dan jalan perlahan menyusuri gang Rumah almarhum disambut senyum warga sekitar. Risma langsung masuk ke rumah almarhum Agus, yang cukup memprihatinkan.

Sebelum masuk ke rumah almarhum, Wali Kota Risma harus memasuki gang yang hanya cukup untuk satu orang. Kemudian Risma berhenti persis di depan pintu kamar rumah almarhum, tak bisa masuk ke dalam, karena di dalam rumah berukuran kurang dari dua kali dua meter itu penuh barang-barang.

Risma tampak mengobrol dengan istri almarhum Agus, Mukaromah (56) yang berada di dalam rumah. Beberapa menit setelah ngobrol sambil berdiri, Risma mengajak Mukaromah mengobrol di luar.

Risma pun duduk di kursi yang disediakan pengurus RT setempat di gang utama Jalan Tambak Arum. Anak ke dua dan ke tiga almarhum Agus mendampingi Risma, bersama Mukaromah.

"Kamu bisa kerja di Satpol PP. Pak Edy (Risma memanggil Kepala BPBD Linmas Surabaya, Eddy Christijanto) ini pak tolong ya," kata Risma meminta anak kedua (laki-laki) almarhum Agus untuk bisa bekerja menjadi Satpol PP Surabaya.

Risma langsung meminta kepala BPBD Linmas mencatat namanya.

"Wes kamu jangan bingung. Nanti kita urus beasiswa," sergah Risma kemudian, kepada Pamela Septia, anak ke tiga (perempuan) almarhum Agus yang masih duduk di bangku sekolah SMA kelas 2.

Terakhir, Risma meminta staf memberikan telepon genggamnya. Risma tampak menghubungi pegawai Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Ternyata Risma meminta melalui sambungan telepon, staf dinas Kesehatan memperkerjakan Mukaromah, istri almarhum Agus menjadi pegawai puskesmas.

"Iya tadi ibu Risma bilang, saya diminta bekerja di Puskesmas dekat sini. Kami sekeluarga berterima kasih karena Pemkot Surabaya sudah memberikan perhatian," jawab perempuan yang sehari-hari jual sate usus ayam ini.

Mukaromah bercerita, sebelum meninggal dunia, Agus usai menjadi petugas KPPS mengeluh sakit demam, dua minggu pasca pemilu (3/5/2019). Sehari sakit demam, keluarga pun membawanya ke RS Soewandhi, lalu kemudian dirujuk ke Dr Soetomo sebelum akhirnya Agus yang sehari-hari bekerja sebagai supir Bemo Lyn V meninggal dunia.

Usai takziah, Wali Kota Risma pamit dan memberi bingkisan belasungkawa untuk korban. Tak banyak berkata, Risma meninggalkan rumah almarhum dan meminta keluarga tetap tegar. 

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved