Berita Surabaya

Beredar Edaran Kemdikbud PPDB Harus Zonasi, Wali Murid di Surabaya Resah Lagi

Wali murid di Kota Surabaya kembali resah terkait rencana pelaksanaan PPDB.

Beredar Edaran Kemdikbud PPDB Harus Zonasi, Wali Murid di Surabaya Resah Lagi
ist
ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wali murid di Kota Surabaya kembali resah terkait rencana pelaksanaan PPDB. Hingga saat ini, mereka cemas menunggu aturan baku pelaksanaan PPDB di kota ini, apalagi setelah dikagetkan dengan beredarnya edaran terbaru Kemendikbud. 

Beredar luas di kalangan wali murid edaran terbaru dari Kemendikbud tertanggal 13 Mei 2019 yang berisi penegasan terkait pelaksanaan Permendikbud 51/2018 tentang PPDB.

Para wali murid itu memaknai bahwa semua jenjang sekolah dalam pelaksanaan PPDB wajib berlaku sistem atau jalur Zonasi (kuota 90 persen) yang didasarkan pada jarak tempat tinggal dengan sekolah. Selain Zonasi adalah jalur prestasi (kuota 5 persen) dan pindah tugas orang tua (5 persen).

"Saya kemarin dapat WA teman soal surat edaran Kemendikbud itu. Katanya Imbasnya juga akan berlaku bagi PPDB semua jenjang termasuk SMP. Kok serba tidak pasti begini," keluh Ny Wina, salah satu wali murid yang tinggal di Tegalsari Surabaya.

Edaran Kemendikbud itu tertuju kepada Gubernur Jatim terkait PPDB di Jatim atau ppdbjatim.net.

Namun dalam edaran itu, juga berlaku untuk PPDB semua jenjang.

Ini yang bikin wali murid resah karena hingga saat ini Kota Surabaya belum mengaktifkan PPDB.

Setelah sebelumnya Kota Surabaya akan menggunakan sistem Zonasi, yang mendasarkan pada jarak tempat tinggal dengan sekolah.

Namun kini berubah lagi dengan memberlakukan Zonasi Khusus untuk sekolah Kawasan.

Ada 11 SMPN Surabaya yang akan menerapkan Zonasi khusus ini.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved