Mengenang Korban Bom Surabaya

Tiga Bulan Setelah Bom Surabaya, Novi Masih Tak Percaya Adiknya Turut Jadi Korban

Selama 3 bulan sejak bom menghancurkan GPPS Surabaya, Novi masih belum percaya bahwa adiknya turut menjadi korban meninggal dunia.

Tiga Bulan Setelah Bom Surabaya, Novi Masih Tak Percaya Adiknya Turut Jadi Korban
surabaya.tribunnews.com/danendra kusumawardana
Novi Putri Kusumawati dan Sumijah menunjukkan foto Daniel semasa hidup, Rabu (8/5). Daniel adalah salah satu korban meninggal dunia dalam serangan bom bunuh diri di GPPS Jl Arjuno, Surabaya, 13 Mei 2018 silam. 

Sedari kecil, Novi dan Daniel berbagi kasur saat tidur. Hal itu, yang membuat kakak-beradik ini semakin lengket.

"Kami tidur satu kasur untuk berdua. Banyak kenangan di sana. Setiap kali hendak tidur kami berebut posisi tidur hingga bertengkar. Saat dia bangun terlebih dahulu, Daniel akan mengganggu tidurku. Kalau saya bangun kesiangan atau terlambat berangkat kerja, Daniel akan membangunkan dan mengingatkanku," katanya mengenang, Rabu (15/5/2019).

Novi mengibaratkan, dia dengan Daniel seperti kucing dan tikus, tak pernah akur. Tapi hal itu justru yang membuat Novi dan Daniel sangat dekat. Mereka saling peduli satu sama lain.

"Sampai-sampai orang lain iri melihat kedekatan kami. Padahal sebaliknya, aku yang iri sama mereka punya orangtua dan keluarga sedangkan kami tidak punya. Tapi aku bersyukur punya nenek dan kakek yang menjaga dan merawatku. Memang nenek bukan yang melahirkan aku, tapi dia yang berjuang untuk aku dan Daniel," terangnya.

Daniel dan Novi saling menjaga satu sama lain. Seperti halnya ketika Novi diperlakukan tak baik oleh seorang pria. Daniel sigap memasang badan untuk membela dan menjaga Novi.

"Kalau ada cowok yang mengganggu dan tak bersikap baik, Daniel akan melawan cowok tersebut," ucapnya.

Meski dalam kondisi yang serba cukup, Novi yakin sang adik bisa melanjutkan sekolah hingga jenjang perkuliahan.

Novi pun sudah mempersiapkan agar Daniel bisa menuntut ilmu hingga kuliah.

Novi banting tulang agar sang adik bisa berkuliah.

Sang nenek juga berusaha dengan menyisihkan uang pembayaran kos miliknya untuk tabungan pendidikan Daniel.

Halaman
1234
Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved