Berita Jember

Polisi Terus Buru Terduga Pelaku Teror Pembakaran Mobil di Jember 

Polisi terus mendalami motif teror pembakaran mobil dan ruang kelas PAUD di Kecamatan Sukorambi, Jember.

Polisi Terus Buru Terduga Pelaku Teror Pembakaran Mobil di Jember 
Surabaya.Tribunnews.com/Sri Wahyunik
Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo. Polres Jember kini memburu seorang terduga terlibat teror pembakaran mobil di Jember. 

Surya.co.id | JEMBER - Polisi terus mendalami motif teror pembakaran mobil dan ruang kelas PAUD di Kecamatan Sukorambi, Jember. Terbaru kini polisi memburu satu orang terduga rencana pembakaran tersebut.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo menuturkan masih ada seseorang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam peristiwa tersebut.

Sebelumnya polisi telah menangkap dua orang yang diduga pelaku dalam peristiwa itu yakni Toyib (40) warga Desa Suci Kecamatan Panti, dan Nurul Hidayat (35) warga Desa Dukuhmencek Kecamatan Panti.

Kapolsek Sukorambi AKP Ribut Budiono menambahkan, pihaknya masih mencari satu orang yang masuk dalam DPO itu.

"Masih kami buru orang yang juga diduga terlibat dalam peristiwa itu," ujar Ribut, Rabu (15/5/2019).

Dari informasi yang dihimpun Surya, polisi sudah mengantongi identitas satu orang terduga yang terlibat dalam peristiwa itu. Orang itu diduga terlibat dalam perencanaan teror tersebut.

Teror dengan cara membakar mobil dan ruang kelas PAUD pada 27 - 28 April 2019 lalu. Pembakaran dilakukan secara acak untuk menimbulkan keresahan dan ketakutan pada masyarakat.

Perbuatan itu dilakukan komplotan itu untuk meningkatkan posisi tawar kepada kepala desa di Kecamatan Sukorambi.

Orang yang diburu itu diduga sebagai orang yang menyuruh melakukan perbuatan itu. Peran satu orang DPO itu sama dengan Nurul Hidayat. Nurul menyuruh Toyib mengganggu ketertiban dengan cara membakar dengan memberi upah sebesar Rp 200.000.

Tidak hanya menyuruh, Nurul juga terlibat dalam pembakaran itu.

Seperti diberitakan, Nurul dan Toyib ditangkap karena diduga membakar tiga lokasi berbeda di Kecamatan Sukorambi. Ketiga lokasi itu, bengkel mobil milik Puspo Yudho di Perumdin Kodim Jubung, ruang kelas PAUD Al-Ikhlas di Desa Jubung Kecamatan Sukorambi, dan mobil milik Asnawi di Desa Dukuhmencek Kecamatan Sukorambi.

Dalam peristiwa itu, tiga mobil dan satu ruang kelas terbakar.

Nurul dan Toyib dijerat memakai Pasal 187 KUHP junto Pasal 55 KUHP, tentang barang siapa yang dengan sengaja menimbulkan kebakaran dan bahaya bagi umum dan barang, dipidana 12 tahun penjara.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved