berita Surabaya

Emak-emak di Surabaya Terancam Hukuman 20 Tahun Akibat Jual Beli Sabu dan Ekstasy di Apartemen

Rika Noviana seperti tak mengenal rasa jera, wanita paruh baya ini kembali terjerat kasus narkotika. Dia bersama Samsul Arifin mitra bisnis sabu

Emak-emak di Surabaya Terancam Hukuman 20 Tahun Akibat Jual Beli Sabu dan Ekstasy di Apartemen
Surabaya.Tribunnews.com/Samsul Arifin
Rika Noviana (kiri) dan Samsul Arifin (kanan) saat jalani sidang di Ruang Kartika I, PN Surabaya, Rabu, (15/5/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Rika Noviana seperti tak mengenal rasa jera, wanita paruh baya ini kembali terjerat kasus narkotika. Dia bersama Samsul Arifin mitra bisnis barang haramnya ditangkap oleh Agus Purwanto saat bertransaksi di Apartemen Dian Regency, Sukolilo, Surabaya.

Dalam kesaksiannya, petugas kepolisian dari Polrestabes Surabaya itu menyebutkan bahwa saat menangkap Samsul dan Rika sedang bertransaksi narkotika jenis sabu seberat 4,18 gram dan satu poket ekstasi.

Barang haram itu dikatakan Samsul didapatnya dari Udin (DPO) seharga Rp 1 juta sedangkan ekstasi seharga Rp 75 ribu.

"Kami mendapat laporan dari masyarakat dan menangkap mereka pada 18 Maret 2019 di depan apartemen," terang saksi Agus, Rabu, (15/5/2019).

Lantas ketua majelis Yulisar menanyakan perbuatan itu kepada terdakwa Rika. Lantas Rika hanya terdiam. Emak-emak ini hanya mengaku membeli barang haram tersebut untuk dikonsumsi pribadi dengan harga Rp 550 ribu.

"Saya konsumsi pribadi yang mulia, dan keterangan saksi benar semua," terang Rika.

Oleh karenanya JPU Suparlan menjerat keduanya dengan pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved