Mutilasi

3 Petunjuk Ini Digunakan Polisi Menangkap Terduga Pelaku Mutilasi Wanita di Pasar Besar Kota Malang

Tiga petunjuk ini digunakan polisi untuk tangkap terduga pelaku mutilasi di Pasar Besar Kota Malang,

3 Petunjuk Ini Digunakan Polisi Menangkap Terduga Pelaku Mutilasi Wanita di Pasar Besar Kota Malang
Tribun Jatim/Aminatus Sofya
3 Petunjuk yang Digunakan Polisi untuk Tangkap Terduga Pelaku Mutilasi di Pasar Besar Kota Malang 

"Kami menduga pakaian itu adalah pakaian yang digunakan korban sebelum dieksekusi," kata Kasis Inafis Polda Jatim, Kompol Adrial, ketika ditemui di lokasi kejadian, Rabu (15/5/2019).

Ia menjelaskan, pakaian yang diduga digunakan korban ditemukan dalam kondisi tercecer di ujung tangga bagian atas. Di lokasi itu pula, ditemukan sebuah spanduk berlumuran darah yang diduga sebagai alas saat pelaku memotong tubuh korban.

"Di ujung tangga situ ada spanduk yang kami duga sebagai tempat eksekusi. Karena banyak darah di situ," kata dia.

Kriminolog UB Komentari 'Jejak' yang Ditinggalkan Pelaku Mutilasi

Kriminolog Universitas Brawijaya, Dr Priyo Djatmiko mengatakan, pelaku mutilasi adalah orang yang terbiasa berkecimpung di dunia kriminal.

Namun dalam kejadian ini, dia menganggap pelaku 'tak profesional' karena meninggalkan banyak jejak yang bisa jadi petunjuk bagi polisi untuk mengungkap identitasnya. 

"Setelah melakukan itu (mutilasi), pelaku masih menuliskan banyak pesan yang ditinggalkan. Sehingga kejahatannya tidak sempurna," kata Priyo, Rabu (15/5/2019).

Ia menduga, tulisan-tulisan itu dibuat pelaku setelah mutilasi tuntas dilakukan. 

Kemudian, jika dilihat dari banyaknya tulisan yang dia buat, ia tampak sangat leluasa menumpahkan isi hatinya.

Dari tulisan-tulisan yang ditinggal itu, Priyo memperkirakan kasus ini sangat jelas ada hubungan dekat antara pelaku dan korban.

Entah sebagai pasangan, teman bisnis, atau terlibat hutang piutang atau bekas suami istri.

Dikatakan, mutilasi adalah sebuah kegiatan dimana pelaku sudah sangat sakit hati entah dihina sehingga tega melakukannya.

"Pembunuhnya psikopat karena sudah begitu geram dengan korban," duganya.

Karena itu, kejadian itu sudah direncanakan dengan cermat. Termasuk pilihan lokasinya di mana.

"Buktinya ia masih bisa menulis banyak pesan," kata dia.

Pelaku juga diduga sudah melakukan survei lokasi sehingga bisa melakukan mutilasi. Namun untuk menguak kasus itu, polisi memang harus bisa menemukan identitas korban dulu.

Selain dari sidik jari, bisa rahang gigi jika wajahnya tidak hancur.

Dikatakan, jika identitas korban diketahui, maka tinggal mengembangkan ke keluarga, pertemanannya, teman tempat curhat, dan lain sebagainya.

Jika identitas korban tak dapat diungkap, maka pelaku akan bebas berkeliaran tanpa bisa terungkap siapa dia. (Rifky Edgar/Aminatus Sofya/Sylvianita Widyawati)

Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved