Kamis, 30 April 2026

Terungkap Alasan Sepele Ratna Sarumpaet Berbohong pada Prabowo dan Keluarga

Ratna Sarumpaet berbohong kepada keluarga, publik dan termasuk Capres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto bahwa ia telah dipukuli orang tak dikenal.

Tayang:
Editor: Tri Mulyono
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet usai menjalani sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (6/3/2019). Sidang tersebut mengagendakan pembacaan nota keberatan atau eksepsi. 

SURYA.CO.ID, JAKARTA - Terungkap alasan Ratna Sarumpaet berbohong hingga memicu kegaduhan politik beberapa waktu lalu.

Ratna Sarumpaet adalah terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks yang kini tengah disidangkan.

Ratna berbohong kepada keluarga, publik dan termasuk Capres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto bahwa ia telah dipukuli orang tak dikenal, padahal luka di wajahnya karena operasi plastik.

Ratna Sarumpaet nekat berbohong ternyata karena masalah sepele, dia malu telah operasi plastik empat kali.

Ratna Sarumpaet mengaku malu menjalani operasi sedot lemak di Klinik Bina Estetika untuk keempat kalinya di Menteng Jakarta Pusat, 21 September 2018 lalu.

"Pada awalnya saya berniat operasi plastik sedot lemak. Walaupun saya sudah beberapa kali melakukan hal itu mungkin karena melakukan kemarin saya merasa sudah umur, mungkin saya malu dan saya berusaha menutupi," ujarnya ketika bersaksi sebagai terdakwa di muka sidang, Selasa (14/5/2019).

Maka dari itu, Ratna berbohong kepada keluarga dan staf yang ada di rumahnya dengan alasan pergi ke Bandung.

Padahal Ratna tidak ke Bandung melainkan pergi menjalankan operasi di klinik Bina Estetika.

"Jadi waktu saya berangkat tinggalkan rumah ke Bina Estetika saya bilang ke Bandung.

Tanggal 21 saya berangkat dari rumah di Kampung Melayu. Saya tinggal kan rumah menjelang malam," lanjutnya.

Ratna tidak begitu ingat persis kapan dia melakukan operasi plastik.

Dia hanya memastikan jika dirinya sudah melakukan operasi sebanyak empat kali.

"Saya tidak ingat persis (waktu), selisihnya mungkin setengah tahun setengah tahun. Ini yang ke empat kali," terangnya.

Ratna mengaku hasil operasi selama ini selalu baik.

Namun, dampak operasi tersebut berbeda-beda.

"Sebenarnya sampai terakhir pun berhasil, hanya dampak setelah operasi yang berbeda," ucapnya.

Untuk diketahui, kasus ini bermula ketika foto lebam wajah Ratna Sarumpaet beredar luas di media sosial.

Kepada beberapa pihak, Ratna mengaku jadi korban pemukulan orang tidak dikenal di Bandung, Jawa Barat.

Belakangan, Ratna mengklarifikasi bahwa berita penganiayaan terhadap dirinya adalah bohong.

Muka lebamnya bukan disebabkan penganiayaan, melainkan karena operasi plastik.

Ratna didakwa dengan Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana.

Jaksa juga mendakwa Ratna dengan Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45 A Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Prabowo Minta Maaf Ikut Sebar Kebohongan Ratna Sarumpaet

Sebelumnya, Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto meminta maaf secara terbuka akibat turut andil dalam menyebarluaskan kabar bohong soal penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet.

"Saya di sini, atas nama pribadi dan sebagai pimpinan daripada tim kami, saya minta maaf kepada publik bahwa saya telah ikut menyuarakan sesuatu yang belum diyakini kebenarannya," ujar Prabowo dalam jumpa pers di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2019) lalu

Dalam jumpa pers tersebut, Prabowo didampingi pasangannya dalam pilpres 2019, Cawapres Sandiaga Uno, Ketua Dewan Kehormatan PAN yang juga mengusung dirinya Amien Rais, serta sejumlah anggota tim pemenangannya.

Prabowo mengaku ia semula mempercayai Ratna karena aktivis berusia 70 itu mengabarkan langsung kepada dirinya dan timnya.

"Ibu Ratna Sarumpaet mengaku pada kami dianiaya, dan kami lihat sendiri foto mukanya bengkak seperti itu apa adanya. Akibat itu kami sangat terusik, sangat kawatir, dan oleh karena itu kami mengadakan jumpa pers tadi malam," ujar Prabowo.

Sebelumnya, Ratna menggelar jumpa pers di kediamannya, Tebet, Jakarta Selatan.

Dalam jumpa pers tersebut Ratna mengaku dirinya telah melakukan kebohongan soal penganiayaan yang dialami di bandara di Bandung.

Hal yang sebenarnya terjadi, ujar Ratna, wajahnya tampak lebam akibat bedah estetika yang ia lakukan di salah satu rumah sakit khusus di Jakarta Pusat.

"Itulah yang terjadi. Jadi tidak ada penganiayaan. Itu hanya khayalan entah setan mana. Saya tidak sanggup melihat Prabowo dan sahabat-sahabat saya membela dalam jumpa pers," kata Ratna.

Sehari sebelum Ratna melakukan konferensi pers, kepolisian menyatakan tak ada laporan penganiayaan yang disampaikan Ratna.

Selain itu, pun telah dilakukan penelusuran ke rumah sakit dan klinik di Bandung dan sekitarnya pun tak ditemukan nama Ratna Sarumpaet sebagai pasien pada hari dimaksud terjadi penganiayaan.

Kemudian, pada Rabu (3/10/2019) siang, beberapa jam sebelum Ratna melakukan klarifikasi terbuka, Polisi mengungkap berdasarkan penelusuran lebih lanjut disebutkan aktris senior itu tak berada di Bandung saat hari disebutkan terjadi penganiayaan.

Pada hari itu Ratna disebut menjadi pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit khusus bedah Bina Estetika di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ratna Sarumpaet Berbohong karena Malu Sudah 4 Kali Operasi Plastik", 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved