Berita Probolinggo

Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Probolinggo Tolak People Power

Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Probolinggo menolak adanya ajakan gerakan people power.

Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Probolinggo Tolak People Power
surya.co.id/galih lintartika
Ketua MUI dan FKUB Kota Probolinggo berkumpul dalam sebuah acara beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | PROBOLINGGO - Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Kota Probolinggo sampai hari ini masih berjalan dengan aman dan kondusif.

Saat ini, proses pemilu tinggal menunggu pengumuman dan menetapan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat Kota Probolinggo pun memberikan apresiasi kinerja semua pihak yang terlibat di dalam pelaksanaan Pemilu 2019 sehingga bisa berjalan dengan sukses.

Bahkan, para tokoh yang ada di Kota Probolinggo juga sepakat menolak adanya ajakan gerakan people power.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo Dr. Abdul Halim, People Power sudah selesai tanggal 17 April 2019.

Bagi dia, people power yang sesungguhnya itu saat lebih dari 192 juta rakyat Indonesia secara konstitusional menggunakan hak pilihnya dalam proses demokrasi melalui Pemilu 2019 yang jujur adil dan transparan.

“Kami menghimbau tidak ada gerakan People Power yang inkonstitusional, diharapkan semua pihak menahan diri menunggu hasil perhitungan resmi yang dilakukan oleh KPU pada tanggal 22 Mei 2019 nanti”, katanya.

Ketua FKUB juga berterima kasih kepada semua jajaran dan upaya TNI – Polri serta seluruh elemen penyelengara pemilu yang telah melakukan antisipasi pelaksanaan kegiatan pemilu yang baik.

Mulai dari sebelum sampai sesudah Pemilu.

Ditambah dengan dukungan dan pemberdayaan masyarakat.

Hal tersebut menjadi faktor yang penting dalam keberhasilan Pemilu 2019 ini, sehingga suasana aman dan damai bagi lebih 200 juta penduduk Indonesia.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo KH Nizar Irsyad AF, meminta masyarakat Kota Probolinggo tidak mudah terprovokasi ajakan mengikuti people power.

Baik sebelum maupun saat pengumuman penetapan hasil Pemilu pada 22 Mei.

“MUI meminta sebagai masyarakat yang berakhlak dan beradab untuk menghormati dan menerima ketetapan KPU,” ujarnya.

Ketua MUI juga mengungkapkan melalui sosialisasi dan intens rapat koordinasi dengan MUI, ormas Islam, tokoh lintas agama (FKUB), tokoh perempuan, hingga pemilih milenial, MUI Kota Probolinggo juga sepakat menolak gerakan money politics, hoaks, hingga ujaran kebencian.

Jadwal Buka Puasa 14 Mei 2019 Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang & 7 Makanan Baik untuk Berbuka

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved