Pemilu 2019

Tokoh Keagamaan di Trenggalek Kompak Tolak Gerakan People Power: 'Bela Kesatuan NKRI'

Para tokoh keagamaan di Kabupaten Trenggalek menolak gerakan people power.

Tokoh Keagamaan di Trenggalek Kompak Tolak Gerakan People Power: 'Bela Kesatuan NKRI'
surya/aflahul abidin
Ketua FKUB Trenggalek KH Mashum. 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Para tokoh agama di Kabupaten Trenggalek menolak gerakan people power, salah satu isu gerakan yang santer terdengar akhir-akhir ini. Mereka meminta masyarakat untuk tak terpancing ajakan itu dan mengutamakan kesatuan bangsa.

Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Trenggalek, KH Ma'shum, mengajak masyarakat untuk membela kesatuan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 45.

"Kami dan tokoh-tokoh agama menolak dengan keras adanya gerakan tersebut. Karena gerakan tersebut akan merusak satuan dan kesatuan," ujarnya, Senin (13/5/2019).

Ia berharap, bangsa bakal tetap aman, tentram, dan bersatu.

Pernyataan serupa disampaikan Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Kabupaten Trenggalek Pendeta Nikolas Andre Marvin menyatakan, menolak gerakan people power.

"Karena gerakan itu akan merusak tatanan dan melanggar kesatuan. Apabila ini tidak ditolak, (saya khawatir) negara akan terpecah belah," tandas Nikolas.

Ia mengajak, masyarakat untuk menaati aturan berdasarkan undang-undang yang berlaku

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved