Berita Gresik

Forkopimda dan Sejumlah Tokoh Agama di Gresik Berharap Masyarakat Tetap Jaga Persatuan Pasca Pemilu

Tokoh agama di Kota Wali Gresik meminta kepada masyarakat Gresik untuk tetap menjaga persatuan dan kerukunan.

Forkopimda dan Sejumlah Tokoh Agama di Gresik Berharap Masyarakat Tetap Jaga Persatuan Pasca Pemilu
surya.co.id/sugiyono
DAMAI - Forkopimda Kabupaten Gresik bersama tokoh agama dan tokoh partai politik bertekad menciptakan suasana aman dan damai di Kota Wali kota Santri Gresik, Senin (13/5/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Tokoh agama di Kota Wali Gresik meminta kepada masyarakat Gresik untuk tetap menjaga persatuan dan kerukunan di bulan suci Ramadan.

Para tokoh agama tersebut juga menginginkan masyarakat Gresik tidak ikut-ikut dalam gerakan people power untuk protes dugaan kecurangan dalam Pemilihan Umum secara serentak.

Tokoh Seperti Ketua MUI Gresik KH. Mansoer Shodiq, Ketua PC NU Gresik KH. Moh. Chusnan Ali, Ketua LDII Kabupaten Gresik KH. Abdul Muis dan Ketua Forum keberagaman Kabupaten Gresik Joko Pratomo.

Semuanya sepakat menjaga perdamaian dan persatuan umat pasca-Pilpres 2019 diwilayah Kabupaten Gresik selaku kota Wali dan Kota Santri.

Sepeti diungkapkan ketua MUI Kabupaten Gresik KH Mansyur Shodiq mengatakan bahwa masyarakat harus menghormati proses tahapan Pemilu yang sudah selesai. Penyelenggara sudah menjalankan tugas sesuai amanah Undang-undang yang dibuat oleh wakil rakyat.

"Biar penyelenggara pemilu mengadakan tahapan yang sudah diatur oleh Undang-undang yang sudah disepakati oleh wakil rakyat," kata KH Mansyur Shodiq, Senin (13/5/2019).

Lebih lanjut KH Mansyur Shodiq menambahkan, perbedaan pilihan adalah hal biasa dalam demokrasi, pasti ada yang menang dan kalah. "Jika salah satu pihak merasa keberatan terhadap hasil penghitungan, ada mekanisme yang dapat ditempuh. Yakni gugatan melalui Mahkamah Konstitusi (MK)," imbuhnya.

Dari pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI), masyarakat diharapkan untuk tetap bersatu dan saling menghormati, sehingga Gresik tetap aman.

"Di Gresik sudah dicontohkan adanya berbagai bangunan tempat ibadah di Pusat Alun-alun Gresik. Ada Klenteng tertua, ada gereja dan ada masjid. Ada kepung Arab yang berdekatan dengan umat Tionghoa dan masyarakat Gresik. Semuanya hidup rukun berdampingan," katanya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved