Liputan Khusus

Satu Tahun Bom Surabaya - Begini Kondisi Terbaru Tujuh Anak Pelaku Bom Surabaya

Satu tahun bom Surabaya, begini kondisi terbaru tujuh anak pelaku bom Surabaya

Satu Tahun Bom Surabaya - Begini Kondisi Terbaru Tujuh Anak Pelaku Bom Surabaya
istimewa
CCTV yang merekam saat terjadinya ledakan di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Keluarga pelaku bom bunuh diri pasangan suami istri Tri Murtiono (50)-Tri Ernawati (43), masih tertutup bila ditemui orang asing, khususnya para wartawan.

“Keluarga masih tidak mau menerima orang asing, terutama wartawan. Bila ada yang mencari informasi atau keperluan disarankan ke saya. Kalau sama warga sini ataupun orang yang dikenal mereka terbuka,” kata Kukuh Santoso, Ketua RT 9 Krukah Selatan, Kelurahan Ngangel Rejo, Wonokromo, Surabaya, Jumat (10/5/2019).

Dalam peristiwa pengeboman di Mapolrestabes Surabaya pada 13 Mei 2018 itu, Tri Murtiono-Tri Ernawati beserta dua anak laki-lakinya tewas di lokasi.

Sedangkan anak perempuannya yang saat itu masih berusia 7 tahun, berhasil diselamatkan.

Anak perempuan malang itu kini dirawat di kementrian sosial (Kemensos) bersama enam anak bomber lainnya.

Menurut Kukuh Santoso, keluarga almarhum Tri Ernawati masih begitu terpukul atas kejadian bom bunuh diri. Hal ini yang diduga membuat keluarga menutup diri.

“Kejadian itu (bom bunuh diri) masih membekas di benak keluarga. Setiap ada orang atau wartawan yang mencari informasi terkait hal itu, pasti bakal ditolak,” ujarnya.

Kukuh menegaskan, warga dan keluarga Tri Ernawati berhubungan baik.

Warga tetap merangkul mereka dan tak pernah menjauhi, meski anggota keluarganya menjadi teroris.

“Warga tidak mendiskriminasi dan tak membeda-bedakan. Entah itu mantan napi ataupun keluarga teroris. Semua kami rangkul,” tegasnya.

Halaman
12
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved