DPRD Surabaya

Puluhan Dokter Spesialis Resah Tak Bisa Praktik, Cak Ji: Jangan Persulit Penerbitan Izin Dokter

Puluhan dokter spesialis di Kota Surabaya resah. Mereka tidak lagi bisa praktik menolong pasien dan bekerja di rumah sakit (RS) karena surat izin.

Puluhan Dokter Spesialis Resah Tak Bisa Praktik, Cak Ji: Jangan Persulit Penerbitan Izin Dokter
surya.co.id/nuraini faiq
HEARING - Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji memimpin hearing (rapat dengar pendapat) bersama Dinkes, IDI Surabaya, dan Persatuan RS Indonesia di Ruang Komisi D DPRD Surabaya, Senin (13/5/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Puluhan dokter spesialis di Kota Surabaya resah. Mereka tidak lagi bisa praktik menolong pasien dan bekerja di rumah sakit (RS) karena surat izin praktik (SIP) sebagai dokter spesialis tak diterbitkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya.

Diwakili Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya, mereka mengadu ke DPRD Surabaya, Senin (13/5), lantaran hingga saat ini SIP belum juga dikeluarkan. Selain IDI, ada pula sejumlah direktur RS swasta yang terkena dampak dari tidak diterbitkannya SIP untuk para dokter mereka. Terutama RS Tipe C.

"Ibaratnya, SIP ini SIM untuk para dokter supaya bisa bekerja. Tanpa SIP, dokter tak akan berani praktik. Lha kalau tak ada izin, mana dokter bisa bekerja," ucap Ketua IDI Kota Surabaya dr Brahmana Askandar SpOG, Senin (13/5/2019).

Saat ini, tercatat sedikitnya ada 25 dokter spesialis dari berbagai keahliaan yang belum mendapatkan izin praktik dari Dinkes.

Mereka tidak lagi bisa bekerja di rumah-rumah sakit tempat mereka praktik, terutama di RS Tipe C.

Pasalnya, Dinkes Surabaya tahun ini mulai menerapkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 56/Tahun 2014 terkait perizinan dan klasifikasi RS. Termasuk di dalamnya tidak boleh ada dokter spesialis berpraktik di RS yang bukan klasifikasi mereka.

Dalam Permenkes itu, sejumlah RS dengan tipe tertentu hanya membolehkan  dokter spesialis tertentu berpraktik. Tidak semua dokrer spesialis bisa berpraktik di RS tipe C.

Dengan dalih penegakan Permenkes, Surabaya saat ini menertibkan sejumlah RS Tipe C.

Atas persoalan ini, DPRD Surabaya pun menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dengan Dinkes Surabaya dan pihak terkait, Senin (13/5/2019).

Hearing di ruang Komisi D Itu dipimpin Ketua DPRD Armuji, dihadiri Ketua Komisi D Agustin Poliana, dan semua Anggota Komisi D.

Halaman
123
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved