Berita Jember

Lihat Kondisi Petani, Tiga Mahasiswa Universitas Jember Ini Bikin Apilkasi INSAF

Aplikasi ini menyediakan berbagai informasi dasar yang dibutuhkan petani di sektor pertanian.

Lihat Kondisi Petani, Tiga Mahasiswa Universitas Jember Ini Bikin Apilkasi INSAF
surya.co.id/istimewa
Kiri ke kanan M Firza, Bukhori Muslim, dan Syarifudin Haris, pembuat aplikasi INSAF 

Dalam aplikasi INSAF yang dibangun ketiga mahasiswa itu, terdapat berbagai fitur yang memudahkan petani dalam menanam, merawat tanaman, panen hingga memasarkan hasil buminya.

Misalnya ada fitur prakiraan cuaca, tanya ahli, diskusi dan tanya jawab hingga artikel terpilih tentang pertanian terkini.

“Kami juga menambahkan fitur Koperasi Unit Desa virtual yang memberikan layanan penjualan pupuk dan alsintan, simpan pinjam hingga fitur informasi harga produk pertanian yang terhubung dengan pusat informasi di lembaga yang kompeten di bidang pertanian dan pemasaran pertanian, semisal Bulog. Jadi petani bisa tahu harga produk pertanian di daerah lain begitu pula dengan kondisi stoknya. Cukup dengan mengunduh aplikasi ini di hape petani,” imbuh Muhammad Firza Fahreza.

Khusus fitur KUD virtual, ketiganya sengaja menambahkan mengingat kondisi KUD di desa umumnya masih terseok-seok, termasuk di Desa Pesanggaran.

KUD di Desa Pesanggaran tidak berjalan secara maksimal.

Melalui fitur KUD virtual itu diharapkan bisa membangkitkan lagi potensi KUD yang ada di desa tersebut.

"Sekaligus menghadirkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan KUD mengingat semua anggota bisa mengakses data dan informasi mengenai KUD tadi,” ujar Bukhori Muslim lagi.

Pembuatan aplikasi INSAF memberikan pengalaman berharga, khususnya bagi Bukhori Muslim yang anak petani.

Kini Bukhori mulai melakukan observasi terhadap potensi pertanian di desanya, seperti jeruk dan buah naga.
Terbersit di dalam pikirannya untuk merintis pembuatan website untuk memperkenalkan produk jeruk dan buah naga Desa Pesanggaran.

Harapannya website tadi menjadi jembatan yang menghubungkan langsung antara petani dan pembeli hingga meminimalkan peran tengkulak.

“Saya ingin mengembangkan pemasaran produk pertanian desa saya, dan sudah saya ceritakan ke Bapak, beliau terharu mengetahui mengenai aplikasi INSAF dan mendengar keinginan saya untuk membangun website pemasaran hasil pertanian Desa Pesanggaran,” pungkas Bukhori.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved