DPRD Surabaya

Izin Praktik Dokter Perlu Komitmen Rumah Sakit

Kadinkes yang juga Plt Direktur RSUD Soewandhie ini meminta semuanya mengacu pada Permenkes yang sudah digulirkan sejak 2014 itu.

Izin Praktik Dokter Perlu Komitmen Rumah Sakit
surya.co.id/nuraini faiq
DINKES - Kepala Dinkes Surabaya Febriana Rachmanita memberi keterangan dalam hearing di Ruang Komisi D DPRD Surabaya, Senin (13/5/2019). 

KEPALA  Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya Febriana Rachmanita menolak jika dirinya dinilai mempersulit para dokter spesialis mengantongi izin praktik di RS Tipe C di Kota Surabaya.

Pihaknya tetap akan berpendirian bahwa saatnya menegakkan Permenkes No 56/2014.

Keberadaan seluruh RS di kota ini harus ditata dengan mengacu pada Permenkes.

Di hadapan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya dan Ketua DPRD serta Komisi C DPRD Surabaya, Kadinkes yang juga Plt Direktur RSUD Soewandhie ini meminta semuanya mengacu pada Permenkes yang sudah digulirkan sejak 2014 itu.

Dalam tafsirnya terhadap Permenkes, bahwa setiap RS ada klasifikasinya. Dalam konteks RS Tipe C di Surabaya, hanya boleh mempekerjakan 9 dokter umum, 4 dokter spesialis, dan spesialis penunjang lain.

"Yang terjadi kan tidak demikian. Banyak RS Tipe C menumpuk dokrer spesialis. Ini tidak bisa. Kalau mau mempekerjakan banyak dokter spesialis, silakan mengajukan kenaikan tipe RS," tandas Feni, panggilan akrab Febriana Rachmanita

Dia mengaku sudah bertahun-tahun menyosialisasikan aturan itu, dengan mendatangi setiap RS. Pihaknya mengaku telah memberikan toleransi. Dan inilah saatnya semua harus ditata.

"Silakan yayasan atau direktur RS memilih tipe RS yang tepat. Mau menjadi RS tipe apa? Jangan enaknya sendiri. Ada RS Ibu Anak tapi melayani semua tindakan. Masak yang begini kita biarkan," kata Feni.

Menurutnya, harus jelas kelas dan klasifikasinya. Sebab semua syarat akan mengikuti dan melekat. Mulai dari SDM, sarana prasarana, peralatan, sarana penunjang, hingga luasan lahan. Jika layak naik kelas dan tipe, RS harus segera mengurusnya.

Tidak kemudian memaksa para dokter spesilalis menumpuk dengan dukungan sarana prasarana yang tak memadai. Semua harus sesuai. Sebab ini menyangkut kepercayaan dan layanan masyarakat.

Feni mengaku telah membina RS secara berkala. Diakui, banyak dokter spesialis melebihi kelas RS. Kadinkes perempuan ini sebenarnya selama ini hanya meminta kepada direktur setiap

RS yang layak naik tipe harus ada komitmen.

"Tidak harus sekarang. Silakan bikin komitmen. Ini yang kami butuhkan untuk mengeluarkan izin bagi para dokter spesilis. Kami tidak akan menahan atau mempersulit SIP," kata Feni.

Anggota Komisi D, BF Sutadi menyebut kegaduhan bidang kesehatan terkait SIP dokter spesialis ini karena masalah tafsir. Para dokter menyebut bahwa mereka berhak atas SIP.

"Tapi masyarakat sebenarnya tak peduli terkait Permenkes atau SIP ini. Sebaiknya diselesaikan demi layanan terbaik kepada pasien. Jangan bertele-tele demi masyarakat," kata Sutadi. (fai)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved