Berita Tuban

Harga Cabai di Tuban Anjlok Usai Panen Raya, Ini yang Dilakukan Kementan

para petani cabai di Tuban mengeluh harga jual yang anjlok lantaran stok cabai yang melimpah usai panen raya

Harga Cabai di Tuban Anjlok Usai Panen Raya, Ini yang Dilakukan Kementan
istimewa
Panen cabai di Tuban 

SURYa.co.id | TUBAN - Petani cabai rawit merah di Tuban Jawa Timur sedang memasuki panen raya. Produksi cabai di sentra Tuban pada bulan Mei ini mencapai 80 ton cabai rawit merah dan 50 ton cabai keriting.

Namun, Alih-alih berharap mendapat harga bagus, para petani justru mengeluh harga jual cabai yang anjlok lantaran stok cabai yang melimpah. Seperti dialami oleh para petani di Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban, yang hanya Rp. 3.000 – 4.000 rupiah per kg, padahal normalnya di atas Rp 10.000 per kilogram.

"Panenan cabai rawit merah bulan ini sangat banyak. Harga cuman Rp 4.000-an di tingkat petani untuk grade campuran, tidak disortir. Kalo grade A atau B yang sudah di sortir harganya antara Rp 5.000 sampai Rp 7.000 per kilonya. Ini jauh dari harga normal," keluh Siswanto, salah satu petani cabai Grabagan.

Siswanto menuturkan alasan pedagang yang biasa membeli, cabai dihargai Rp 4.000-an karena cabai masih bercampur dengan buah yang rusak atau terkena Patek.

"Karena alasan itu, pengepul ya cuma berani beli harga segitu," sambungnya.

Mendapat laporan kondisi harga cabai di Tuban, Tim Direktorat Jenderal Hortikultura bersama Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat terjun ke lokasi untuk menemui para petani.

Tim Kementan juga mengajak para pelaku usaha swasta untuk menyerap langsung panenan cabai.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi, menyebut pihaknya bergerak cepat karena tak ingin petani cabai kecewa.

"Kemarin, (12/5/2019), Tim kami langsung terjun ke Tuban dan ajak beberapa mitra swasta dan Toko Tani Indonesia untuk langsung menyerap panenan rawit merah di Tuban dengan harga yang layak, jadi petani tidak mengalami kerugian. Selain itu kita dorong Pemda setempat aktif menggerakkan ASN nya untuk membeli atau mengadakan pasar murah. Cabai petani kita bantu jual dengan harga sepantasnya," ujar Suwandi.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, Murtadji, menyambut baik upaya konkrit dari Kementan yang melakukan pembelian cabai secara langsung kepada petani.

Tahap awal, disepakati pembelian 7 ton cabai keriting dan 3 ton cabai rawit merah dengan harga 8 ribu per kg untuk dijual melalui Toko Tani Indonesia ke pasar Jakarta.

Penyerapan berikutnya direncanakan akan dilakukan oleh industri olahan dan pelaku usaha swasta.

Rencananya Bupati Tuban akan menerbitkan aturan untuk mewajibkan ASN di lingkungan Pemda Tuban, pegawai BUMD maupun BUMN di wilayah Tuban untuk membantu petani dengan cara membeli hasil panen petani cabai.

"Sekarang ini sudah ada PERDA yang mewajibkan ASN membeli beras produk petani. Kami akan tambahkan lagi, ASN wajib membeli cabe petani dengan harga diatas rata-rata yang dibeli pedagang, ” tandas Murtadji.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved