Berita Sidoarjo

Dinyatakan Bersalah Korupsi, Wali Kota Pasuruan Divonis 6 Tahun Penjara. Ini Reaksinya Usai Putusan

Terbukti bersalah korupsi, Wali Kota Pasuruan nonaktif, Setiyono, divonis 6 tahun penjara

Dinyatakan Bersalah Korupsi, Wali Kota Pasuruan Divonis 6 Tahun Penjara. Ini Reaksinya Usai Putusan
tribunjatim.com/kukuh kurniawan
Terdakwa Wali Kota Pasuruan nonaktif, Setiyono, usai menjalani didang dengan agenda putusan hakim, Senin (13/5/2019). Setiyono divonis hukuman 6 tahun penjara 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Wali Kota Pasuruan nonaktif, Setiyono, jalani sidang dengan agenda pembacaan vonis, Senin (13/5/2019). Sidang digelar di Ruang Candra Pengadilan Tipikor Surabaya di Jalan Raya Juanda, Sidoarjo dan dipimpin Hakim I Wayan Sosiawan.

Sebelum membacakan putusan, hakim terlebih dahulu membacakan hal memberatkan terdakwa, yakni tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi. Hal yang meringankan terdakwa adalah terdakwa belum pernah dihukum serta telah mengembalikan uang pengganti sebagian.

Dalam sidang tersebut, terdakwa terbukti melanggar Pasal 12 Huruf B UU No 31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

"Bahwa terdakwa divonis pidana penjara selama 6 tahun. Dengan denda Rp 500 juta subsider empat bulan penjara," ucap Sosiawan saat bacakan amar putusan.

Setiyono juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 2,260 miliar.

"Yang mana bila tak dapat dbayarkan maka harta benda terdakwa akan disita. Namun apabila tak mencukupi maka diganti pidana penjara selama 1 tahun," tambahnya.

Hakim juga menjatuhkan hukuman pidana tambahan kepada Setiyono berupa pencabutan hak politik untuk dipilih selama 3 tahun, terhitung setelah menjalani pidana pokok.

Atas putusan tersebut, hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa maupun jaksa penuntut umum menerima putusan, banding, atau pikir pikir dengan jangka waktu 7 hari.

"Kami menyatakan pikir pikir yang mulia," ujar kuasa hukum Setiyono, Alias Ismail.

Begitu pula dengan JPU KPK, Taufiq Ibnugroho yang juga menyatakan pikir pikir dengan putusan hakim tersebut.

Sebelumnya, pada Senin (15/4/2019), JPU KPK menuntut terdakwa Setiyono enam tahun penjara. Dengan denda sebesar Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan.

Selain itu, jaksa juga mewajibakan Setiyono membayar uang pengganti sebesar Rp 2,26 miliar dengan subsider hukuman pidana satu tahun penjara.

Kasus ini bermula saat Setiyono bersama dengan Plh Kadis PU Kota Pasuruan, Dwi Fitri dan tenaga honorer di Kelurahan Pututrejo, Wahyu Trihadianto ditangkap KPK karena diduga menerima suap terkait proyek pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pemkot Pasuruan.

Yaitu proyek belanja modal gedung dan bangunan pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved