Berita Surabaya

Tulis Buku 'Keajaiban Itu Bernama Ruth' Jadi Cara Arindy Menyelamatkan Anak Berkebutuhan Khusus

"Melalui buku ini saya ingin berbagi kepada orang tua, keluarga, maupun pendidik tentang penanganan anak-anak berkebutuhan khusus tanpa berputus asa"

Tulis Buku 'Keajaiban Itu Bernama Ruth' Jadi Cara Arindy Menyelamatkan Anak Berkebutuhan Khusus
surabaya.tribunnews.com/Ahmad Zaimul Haq
Wardhani Indriati alias Arindy (kanan) didampingi putrinya, Ruth Anchilla dalam peluncuran buku 'Keajaiban Itu Bernama Ruth' di Toko Buku Gramedia, Dyandra Convention Center, Minggu (12/5) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ingin menyelamatkan masa depan anak-anak berkebutuhan khusus menjadi motivasi Arindy menuliskan sebuah buku memoar berjudul 'Keajaiban itu Bernama Ruth'.

Ditemui setelah peluncuran bukunya tersebut di Toko Buku Gramedia Dyandra Convention Center, Minggu (12/5/2019), penulis yang bernama asli Wardhani Indriati ini berbagi cerita.

"Saya sebenarnya bukan penulis, buku ini merupakan buku pertama yang saya tulis karena panggilan hati. Saat ini, banyak anak berkebutuhan khusus, utamanya autis, yang masih belum mendapatkan penanganan baik dari keluarga, pendidik, bahkan lingkungan sekitar," tutur Arindy.

Padahal, lanjutnya, anak-anak berkebutuhan khusus sama seperti anak pada umumnya, memiliki potensi yang seharusnya digali dan dikembangkan.

"Melalui buku ini saya ingin berbagi kepada orang tua, keluarga, maupun pendidik tentang penanganan anak-anak berkebutuhan khusus tanpa berputus asa dan terus menumbuhkan harapan dengan iman," jelasnya.

Tokoh utama dalam buku tersebut adalah Ruth Anchilla, anak kedua Arindy yang pernah didiagnosis sebagai penyandang autisme sejak usia 1.5 tahun.

Selain Ruth, Arindy juga menceritakan Tokoh Ludwig Arthur, suaminya yang pernah mengalami kecanduan narkoba dan anak pertamanya, Nadia Isabell.

Dalam buku ini, Arindy mengisahkan perjuangan keluarganya yang membuat satu per satu pintu keajaiban terbuka. Kedua orang yang dicintainya dapat pulih total dan kini menginspirasi banyak orang.

Ruth yang pernah didiagnosis sebagai ABK, kini menjadi perempuan cerdas dan menyabet berbagai prestasi di antaranya dinobatkan sebagai Ning Surabaya 2017, Putri Indonesia Jawa Timur Persahabatan 2017, bahkan mewakili Indonesia pada Miss Multinational 2018.

"Hal yang paling sulit dalam proses penulisan buku ini adalah ketika mengingat kembali masa-masa sulit. Ketika tantangan bertubi-tubi datang dan saya harus melewatinya. Mengingat itu semua, saya sampai menitikkan air mata," jelasnya.

Buku 'Keajaiban itu Bernama Ruth', tutur Ruth merupakan sebuah curahan hati seorang ibu dan merupakan bentuk terima kasih dari keluarganya.

"Sebenarnya awalnya agak sulit menyetujui hadirnya buku ini. Tapi saya sadar bahwa buku ini adalah bentuk pembalasan mama yang selama ini telah berjuang. Semoga buku ini bisa menjadi inspirasi para keluarga," pungkasnya.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved