Breaking News:

Peralihan Musim, DKRTH Surabaya Pangkas Ranting Pohon Kota

Masa peralihan musim, Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya mulai memangkas ranting-ranting pohon di daerah tengah kota

Penulis: Delya Octovie | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/delya oktovie
Dinas Keb­ersihan dan Ruang Te­rbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya memangkas ranting pohon di daerah Jl. Imam Bonjol. Pemangkasan ini penting dilakukan meski musim tengah memasuki kemarau. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Memasuki masa peralihan musim,  Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya mulai memangkas ranting-ranting pohon di daerah tengah kota, di antaranya daerah Jl. Imam Bonjol dan Jl. Dharmawangsa.

April lalu, DKRTH mengerahkan pasukan Kadaka Rayon Selatan dan Kadaka Khusus untuk memangkas ranting pohon-pohon besar di Jl. Ronggolawe.

"Walau masih peralihan musim, tetap ranting-ranting pohon perlu dirapikan. Nanti kalau sudah musim kemarau, tidak seberapa ngeranting, yang dibutuhkan saja. Kalau sudah tebal sekali pohonnya, baru dipangkas rantingnya," kata Kepala Seksi Ruang Terbuka Hijau DKRTH, Rochim Yuliadi, Minggu (12/5/2019).

Senada dengan Rochim, Kepala UPTD Taman DKRTH, Pramudita, mengatakan pemangkasan ranting pohon punya banyak tujuan.

Selain mencegah agar tidak roboh, kerapian pohon diperlukan supaya tidak mengganggu tiang maupun kabel listrik.

"Perapian pohon itu perlu agar tidak mengganggu instalasi kelistrikan. Lalu, kerapian pohon juga penting untuk bentuk pohon itu sendiri supaya tetap proporsional dan indah dipandang," ujar Pramudita.

Rochim berharap, jangan sampai kondisi pohon sangat rindang dan tebal karena bisa mengakibatkan pohon roboh sewaktu-waktu.

Dalam satu bulan, kata Rochim, pihaknya bisa memangkas hampir 1.000 pohon sehari di tiap rayon.

"Bila sedang giat-giatnya, dalam sehari bisa 100 pohon yang dipangkas," imbuhnya.

Namun, karena ini masih peralihan, pemangkasan tidak dilakukan sebanyak itu, tapi tetap dibutuhkan.

"Kalau sudah benar-benar kemarau, baru pohon dibiarkan rindang. Itu nanti kalau kemarau, pasukan Kadaka membantu air, siram-siram. Fokus utama waktu kemarau, itu siram-siram pagi, siang, sore dan malam," jelasnya.

Sementara itu, untuk taman-taman di Surabaya, Pramudita dan timnya telah menambah sejumlah instalasi penyiraman, sebagai antisipasi saat kemarau supaya pasokan air bisa tersalur lebih baik.

"Di taman kami aktif menambah beberapa instalasi penyiraman agar lebih efisien menyiramnya. Kemudian, kami juga cek instalasi penyiraman yang sudah ada, untuk memastikan fungsinya berjalan dengan baik," tutup Pramudita. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved