Berita Surabaya

Risma Jamin Pendidikan Anak-anak Suroso, Petugas KPPS yang Meninggal

Risma: Tidak perlu bingung, untuk biaya sekolah nanti saya bantu. Nanti sekolahnya dipindahkan yang paling dekat dengan pilihan rusun.

Risma Jamin Pendidikan Anak-anak Suroso, Petugas KPPS yang Meninggal
istimewa
Risma kunjungi rumah almarh­um Suroso (52), anggota Kelo­mpok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPP­S) yang meninggal usai bertugas, di Ta­mbak Sari 2 no. 14 RT 04 RW 01, Ploso, Tambak Sari, Sabtu (1­1/5/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Total tujuh kali Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjalankan takziah ke rumah duka keluarga anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Pada takziah yang ketujuh ini, Risma mendatangi rumah almarhum Suroso (52) di Tambak Sari 2 no. 14 RT 04 RW 01, Ploso, Tambak Sari, Sabtu (11/5/2019).

Risma disambut oleh istri almarhum, Kasianti (35) dan ketiga anaknya, Lucky Perdana (16), Fandi Bondan (12) serta Bella Putri (5).

Keluarga tersebut menceritakan, bahwa almarhum yang merupakan petugas Linmas penjaga TPS 02 Ploso, Tambak Sari, meninggal setelah dirawat di Rumah Sakit (RS) Dr M Soewandhie selama delapan hari, lalu dipindah ke RS Dr Soetomo selama dua hari.

Ditinggal oleh tulang punggung keluarga yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga serabutan pun menjadi pukulan keras bagi Kasianti dan anak-anaknya.

Risma lalu menawarkan bantuan tempat tinggal di Rumah Susun (Rusun) Keputih atau Tambak Wedi.

“Monggo, ayo tak pindahkan ke Rusun Keputih atau Tambak Wedi. Di sana enak, sudah ada perabotan juga. Kalau mau, hari ini saya pindahkan, saya bantu juga untuk pindahan. Biar tenang, tidak nyewa Rp 350 ribu per bulan," kata Wali Kota Risma kepada istri almarhum.

Kemudian, Risma mengutarakan keinginannya agar anak-anak Kasianti tetap sekolah.

Bahkan, ia berjanji akan membantu mencarikan sekolah minimal sampai lulus SMA, terlebih untuk Fandi Bondan yang merupakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

"Tidak perlu bingung, untuk biaya sekolah nanti saya bantu. Nanti sekolahnya dipindahkan yang paling dekat dengan pilihan rusun. yang nomer dua, saya sekolahkan inklusi. Yang paling kecil bisa sekolah paud di sana, harus lanjut sekolah. Apapun yang terjadi, apalagi yang anak pertama sudah kelas satu SMA, kurang 2 tahun lagi lulus, jangan putus sekolah, saya bantu," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved