Tim Robotik Langganan Juara dari Trenggalek, Rela Urunan dan Tidur di Musala Demi Ikut Lomba

Demi bisa ikut kompetisi, tim robotik asal Trenggalek rela patungan bahkan tidur di musala. Bagi mereka, Robotik adalah dunia masa depan.

surabaya.tribunnews.com/aflahul abidin
Tim pencinta robotik dari SMAN 1 Durenan, Trenggalek saat bertemu dengan Plt Bupati Trenggalek M Nur Arifin, Jumat (10/5/2019). 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Dunia robotik adalah dunia masa depan. Begitu empat puluh siswa SMAN 1 Durenan, Trenggalek menerjemahkan kegemaran mereka bereksperimen dengan berbagai komponen robotika.

Baru mulai belajar pada 2016, kini kelompok ekstrakulikuler itu telah memenangkan berbagai perlombaan.

Perwakilan para siswa penggemar robotik di SMAN 1 Durenen datang ke Rumah Dinas Wakil Bupati Trenggalek, Jumat (10/5/2019) siang.

Di hadapan Plt Bupati Trenggalek, M Nur Arifin, mereka menunjukkan beberapa jenis robot yang sering menjuarai kompetisi. Baik tingkat reginonal, maupun nasional.

Mereka pernah meraih, antara lain, Juara 1 Industrial Autation Robotic Competition Institute kategori Line Tracer Micro, Juara 1 Roboline Contest 2018 kategori Robospeed, dan Juara 1 Muhammadiyah Line Tracer Competition kategori Mikrokontroler.

"Setelah Lebaran, kita rencana akan berkompetisi lagi di Yogjakarta dan Malang," kata Deni Candra, pendamping tim robotik SMAN 1 Durenen.

Rutin mengikuti lomba merupakan salah satu kunci para anggota pencinta robotik itu untuk mengembangkan pengetahuan. Di tiap lomba, mereka bertemu dengan robot-robot milik peserta lomba lain. Ada banyak robot unik dan menarik yang menginspirasi mereka.

Tapi, untuk sekadar menerapkan inspirasi yang didapat pun, para siswa sering kesulitan. Selain dana yang terbatas, mereka juga sulit untuk mendapatkan alat-alat pembuat robot yang lebih modern. Biasanya, mereka harus memesan dari Surabaya atau Yogyakarta. Mereka harus menunggu beberapa hari hingga barang datang sebelum bisa praktek. Itu pun, barang yang didapat belum tentu cocok.

"Kalau untuk lomba, biasanya kami yang penting berangkat dulu," ujar Deni.

Tak jarang, untuk berangkat mengikuti perlombaan pun, para siswa iuran. Dana dari sekolah yang terbatas tak membuat mereka pantang semangat. Saat perlombaan berlangsung beberapa hari di luar kota, para siswa tak segan tidur di musala.

Halaman
12
Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved