Berita Pamekasan Madura

Penyebab Warga 3 Kecamatan di Pamekasan Madura kembali Demo Kantor Bawaslu

Sejumlah warga dari tiga kecamatan di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, kembali demo di kantor Bawaslu Pamekasan.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Parmin
surya.co.id/kuswanto ferdian
Sejumlah massa berdemo di depan Kantor Bawaslu Pamekasan dari sore hingga malam hari,  Jumat (10/5/2019). 

SURYA.co.id | PAMEKASAN - Sejumlah warga dari tiga kecamatan di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, di antaranya Kecamatan Kadur, Kecamatan Pakong, dan Kecamatan Pegantenan demo di Kantor Bawaslu Pamekasan, Jumat (10/5/2019).

Demo pada sore hari ini dan berlanjut hingga malam hari, sejumlah massa dari tiga kecamatan tersebut, meminta kepada Bawaslu Pamekasan untuk menepati ucapannya.
Sejumlah massa bahkan akan memborgol pintu Kantor Bawaslu Pamekasan.

Sebab mereka menilai Kantor Bawaslu itu sudah tidak ada gunanya lagi.

Dengan alasan selama empat hari mereka melakukan aksi tidak ditemui oleh komisioner Bawaslu.

"Mereka bilang dua hari undangan. Tapi sampai sekarang sudah 4 hari belum pulang sampai hari ini belum terlihat sampai kami dibuat menunggu. Kami pada aksi sebelumnya samal menginap hingga subuh untuk menunggu kedatangan Bawaslu dari Surabaya. Jangan-jangan Bawaslu sengaja meninap di Surabaya dan tidak pulang karena takut akan kami tagih janjinya," kata Korlap Aksi Abdul Hadi.

Abdul Hadi juga mengungkapakan, kedatangan pihaknya ke Kantor Bawaslu Pamekasan bersama sejumlah warga dari tiga kecamatan itu untuk menagih janji atas ucapan yang dilontarkan oleh salah satu Komisioner Bawaslu Pamekasan yang menyatakan sudah merekomendasikan ke pihak KPU Pamekasan khususnya di wilayah Dapil 4 Kecamatan Kadur untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

"Jadi begini saat kami melakukan aksi demo yang pertama ke sini, salah satu dari komisioner Bawaslu mengatakan sudah merekomendasikan kepada KPU untuk diwilayah Dapil 4 khususnya di Kecamatan Kadur agar dilakukan PSU," kata Korlap Aksi, Abdul Hadi melalui pelantang suara.

Namun, kata Abdul Hadi saat pihaknya menagih rekomendasi dari Bawaslu ke Pihak KPU Pamekasan, justru dari Pihak KPU mengatakan bahwa dari Bawaslu Pamekasan tidak ada rekomendasi yang diberikan.

"Ini kan lucu jika seperti ini kami dibuat permainan. Jadi kedatangan kami kesini murni bukan atas nama caleg. Tapi atas nama masyarakat ," ucap Abdul Hadi.

Lebih lanjut Abdul Hadi mengatakan, dasar dari pihaknya melakukan aksi demo yang ke empat kalinya ini hingga menginap di depan kantor Bawaslu Pamekasan, ia punya bukti rekaman video saat salah satu komisioner Bawaslu Pamekasan yang mengatakan 'sudah merekomendasikan ke pihak KPU Pamekasan untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Hal lain juga atas dasar karena telah terjadi dugaan kecurangan terkait proses Pemilu 2019 yang berlangsung di Dapil 4 tepatnya di beberapa TPS Desa Deleman, Dusun Deleman, Kecamatan Kadur di antaranya TPS 25 dan TPS 26.

Kata Abdul Hadi, di beberapa TPS yang terdapat di wilayah Dapil 4 Kecamatan Kadur tersebut ada orang yang sudah meninggal tapi terdaftar di daftar pencoblos.

Menurutnya hal itu sangat lucu dan sangat tidak wajar.

"Kami ada bukti videonya dan sangat jelas perkataan dari salah satu komisioner Bawaslu yang megatakan seperti itu. Terkait data kecurangan juga kami punya," beber Abdul Hadi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved