Berita Lamongan

Mudik Lebaran 2019, Ada Relawan yang Jaga Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu di Lamongan

Rencananya, Dishub Lamongan akan melibatkan relawan untuk menjaga perlintasan KA tanpa palang pintu itu.

Mudik Lebaran 2019, Ada Relawan yang Jaga Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu di Lamongan
surya.co.id/hanif manshuri
Perlintasan KA tanpa palang pintu di Lamongan, yang akan mendapat bantuan relawan untuk menjaganya, Jumat (10/5/2019). 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Dinas Perhubungan Lamongan memberikan perhatian serius pada sejumlah perlintasan Kereta Api (KA) tanpa palang pintu, terutama saat arus mudik dan balik Lebaran 2019.

Rencananya, Dishub Lamongan akan melibatkan relawan untuk menjaga perlintasan KA tanpa palang pintu itu.

"Ini sudah pernah kita lakukan tahun 2018. Akan relawan dari desa terdekat dari perlintasan KA," kata Kepala Seksi Angkutan Sungai dan Jalan Rel Dishub Lamongan, Elly Widyaastuti, Jumat (10/5/2019).

Menurut Elly, dilibatkannya relawan itu untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan di perlintasan KA tanpa palang pintu saat arus mudik maupun arus balik Idul Fitri.

Para relawan ini nantinya akan bertugas mulai arus mudik hingga arus balik Lebaran selesai.

Dari total 45 titik perlintasan KA di Kabupaten Lamongan dari Kecamatan Deket sampai Babat, dan terdapat sebanyak 35 titik perlintasan KA yang tidak berpalang pintu.

"Totalnya sekitar 45 titik, dari kecamatan Deket sampai Babat, yang berpalang pintu dan berpenjaga ada 2 titik, yang berpenjaga dari Dishub ada 11 titik," katanya.

Sementara 11 titik perlintasan KA yang berpenjaga di antaranya di Desa Sawo, Plaosan, Moropelang, Warukulon, Tanggungan, Semlaran, depan Unisda, Jalan Pahlawan, Dapur, Keset dan Desa Deket.

"Ada 21 orang petugas palang pintu di 11 titik yang digaji Dishub Lamongan," kata Elly.

Warga Lamongan menyambut baik upaya Dishub yang menempatkan relawan untuk menjaga perlintasan KA tanpa palang pintu.

"Warga akan terbantu saat melintas di perlintasan KA tanpa palang pintu aat arus mudik dan arus balik," ungkap Fathul, warga Sukodadi.

Bahkan, menurutnya, sebaiknya program relawan itu dilanjutkan pada hari-hari biasa dengan upah yang ditanggung Dishub.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved