Kerupuk yang Dijual Mengandung Boraks, ini Dalih Pedagang Takjil di Tulungagung

Dinkes menemukan kerupuk berbahan kimia yang dijual pedagang takjil di Tulungagung. Lalu apa dalih penjual takjil tersebut?

Kerupuk yang Dijual Mengandung Boraks, ini Dalih Pedagang Takjil di Tulungagung
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Petugas Dinkes Tulungagung saat menguji sampel takjil di Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulungagung. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung telah melakukan uji sampel terhadap takjil yang dijual selama bulan Ramadan, Jumat (10/5/2019).

Hasilnya, ada kerupuk udang dan kerupuk goreng pasir yang ditekahui mengandung borak dan rodamin B.

Salah satu penjual takjil, Bu Dayat mengatakan, semua makanan yang dijualnya adalah titipan.

“Tidak ada yang saya buat sendiri. Semuanya titipan dari orang lain,” ujarnya,

Bu Dayat mengatakan, sebelum tahun 2011 dirinya berjualan jenang dan sompil.

Pada Ramadan tahun 2011, mulai ada sejumlah orang yang titip makanan.

Lama kelamaan jumlah mereka yang titip semakin banyak.

“Akhirnya saya sampai tidak bisa masak sompil dan jenang. Saya memilih menjual produknya orang saja,” sambungnya.

Produsen makanan yang titip di lapak Bu Dayat berasal dari berbagai daerah di Tulungagung.

Bahkan ada yang datang dari Kabupaten Kediri.

Setiap hari sisa makanan yang tidak terjual diambil pukul 20.00 WIB.

Karena menjual makanan titipan orang, Bu Dayat mengaku tidak tahu apa kandungan di setiap makanan.

Termasuk bahan kimia yang dicampurkan ke makanan tersebut.

Uji Sampel Takjil, Petugas Dinkes Tulungagung Menemukan Kerupuk Mengandung Bahan Kimia

Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved