Kilas Balik

Jenderal TNI Benny Moerdani Gebrak Meja Karena Keamanan Soeharto Diremehkan, Endingnya Ada Serangan

Detik-detik Jenderal TNI Benny Moerdani ngamuk terjadi saat Presiden Soeharto berkunjung ke Belanda pada akhir Agustus tahun 1970

Jenderal TNI Benny Moerdani Gebrak Meja Karena Keamanan Soeharto Diremehkan, Endingnya Ada Serangan
Kolase Tribun Jabar dan Kompas.com
Jenderal TNI Benny Moerdani dan Soeharto 

SURYA.co.id - Detik-detik Jenderal TNI Benny Moerdani ngamuk hingga gebrak meja terjadi saat Presiden Soeharto berkunjung ke Belanda pada akhir Agustus tahun 1970

Jenderal TNI Benny Moerdani marah besar lantaran aparat keamanan Belanda meremehkan sistem keamanan yang diusulkan oleh Benny

Dilansir dari buku 'Benny Moerdani Yang Belum Terungkap' ,Tempo, PT Gramedia, 2015, kunjungan Soeharto saat itu memang tidak disukai oleh Kerajaan Belanda mengingat di era Perang Kemerdekaan, Soeharto sebenarnya merupakan musuh utama militer Belanda.

Menurut Benny, kunjungan Presiden Soeharto itu memang berisiko tinggi karena di Belanda masih banyak anggota simpatisan Republik Maluku Selatan (RMS) yang bisa membahayakan keselamatan Soeharto.

Penyebab Jenderal TNI Banting Baret Merah Kopassus Menurut Sintong Panjaitan, Tak Terima Soal ini

Terungkap Seleksi Berat Kopassus yang Bikin 3900 Prajurit Tak Lulus, Ada yang Protes & Menembak

Benny Moerdani - Soeharto
Benny Moerdani - Soeharto (Kolase surya.co.id)

Untuk memastikan keamanan Presiden Soeharto, Benny kemudian memeriksa rute yang akan dilalui menuju Istana Huis Ten Bosch.

Rute itu ternyata rawan oleh ancaman tembakan sniper dari jendela-jendela bangunan sepanjang jalan dan adanya perempatan lampu merah yang rawan oleh aksi penyergapan bersenjata.

Hasil inspeksi itu kemudian dirapatkan oleh Benny bersama para agen rahasia dan aparat keamanan Belanda.

Intinya Benny meminta agar jendela-jendela di bangunan sepanjang jalan yang dilewati Presiden Soeharto dijaga ketat, demikian pula persimpangan lampu merah yang akan dilintasi juga harus disterilkan, untuk mengantisipasi kalau ada serangan dari anggota simpatisan Republik Maluku Selatan (RMS).

Tapi para agen rahasia dan aparat keamanan Belanda ternyata menolak permintaan Benny.

Karena merasa diabaikan, Benny pun mengamuk dan mebentak para aparat keamanan Belanda itu sambil menggebrak meja.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Tri Mulyono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved