Breaking News:

Berita Surabaya

Hingga kini 14 Warga Surabaya Petugas Pemilu Meninggal Dunia, Begini Langkah-langkah Wali Kota Risma

Hingga kini total 14 warga Surabaya yang jadi petugas meninggal dunia. Mereka terdiri dari petugas KPPS, KPU, dan Linmas.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Parmin
foto: humas pemkot surabaya
Wali Kota Risma Kunjungi rumah duka almarhum Bambang Catur Agus di Jalan Gubeng Kertajaya VII D no 43, Surabaya, Rabu (8/5/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hingga kini total 14 warga Surabaya yang jadi petugas Pemilu 2019 meninggal dunia. Mereka terdiri dari petugas KPPS, KPU, dan Linmas.

Merespons hal itu Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini melayat ke rumah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia, yakni Bambang Catur Agus, Rabu (8/5/2019). 

Warga Jl Gubeng Kertajaya VII D no 43 ini, diketahui meninggal pada Selasa (30/4/2019) setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit.

Alamarhum Bambang adalah petugas Linmas yang menjaga TPS 13 Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng. 

Selain datang dan menyampaikan belasungkawa, Wali Kota Risma juga memberikan bantuan sebisa mungkin untuk keluarga yang ditinggalkan. Seperti bantuan permakanan, pekerjaan, atau beasiswa bagi anak-anak almarhum yang masih sekolah.

Saat melayat, Wali Kota Risma bertemu adik kandung almarhum, Eka Wahjudi (50 tahun) dan keponakannya, Andi Tetuko (23 tahun).

“Kamu tidak boleh merasa bersalah, Pakdemu itu sangat sayang sama kamu. Gusti Allah punya cara mundut (mengambil hambanya) yang berbeda-beda. Sudah tertulis sejak awal, kapan lahirmya dan kapan pulangnya, kamu harus berhasil pokoknya,” pesan Wali Kota Risma menyemangati Andi yang terlihat masih terpuruk atas meninggalnya Bambang, sang paman.

Wali Kota Risma juga memuji usaha Andi yang saat ini sudah memiliki tempat pencucian sepatu. Bahkan, Wali Kota Risma pun berkeinginan untuk mencucikan sepatunya di tempat usaha Andi itu.

“Bagus, pinter itu membantu orang tua, nanti aku tak nyucikan sepatu di sini, nanti kamu tak ajak kemana-mana, tak ajari macam-macam, biar sukses, biar Pakdemu seneng dan bangga kepadamu,” tambah Risma memberi semangat.

Wali Kota Risma mengaku punya rencana mendatangkan staf Pemkot untuk menemui Andi supaya bisa membantu, apa yang diperlukan oleh Andi untuk mengembangkan usahanya dan kembali semangat.

“Dia masih mencoba menerima semua ini karena masih menyudutkan diri sendiri, nanti akan saya datangkan staf untuk ngobrol apa yang dia butuhkan,” imbuh Risma pasca melayat.

Andi Tetuko, keponakan almarhum Bambang m3nceritakan di TPS 13 dia bertindak sebagai Ketua KPPS. Sedangkan Bambang bertugas sebagai Linmas.

Selama bertugas, Bambang tidak pernah mengeluh sakit. Almarhum juga terlihat baik-baik saja selama menjalankan tugasnya.

“Tidak pernah mengeluh kesakitan dan seolah-olah baik-baik saja, hanya bercerita kepada orang lain kalau agak sakit. Tapi ketika saya tanya, jawabnya tidak apa-apa,” tutur Andi.

Bambang berpulang di usia 53 tahun, setelah mengalami sakit di bagian kepala pada Sabtu (27/4/2019). Sakit itu semakin menjadi setelah terpeleset di kamar mandi. Saat itu, kondisinya semakin melemah hingga Selasa (30/4/2019) pukul 10.30 Wib. Akhirnya, almarhum tutup usia pada Selasa (30/4/2019).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved