Pilpres 2019

3 Bukti Jerat Bachtiar Nasir Tersangka Pencucian Uang, Prabowo: Reaksi Hasil Ijtima Ulama 3

Tiga bukti dasar menjerat Ustaz Bachtiar Nasir sebagai tersangka pencucian uang diungkapkan polisi. Prabowo sebut kasus ini buntut Ijtima Ulama 3.

3 Bukti Jerat Bachtiar Nasir Tersangka Pencucian Uang, Prabowo: Reaksi Hasil Ijtima Ulama 3
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI Bachtiar Nasir menjawab pertanyaan wartawan saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/2/2017) silam. Bachtiar Nasir diperiksa terkait kasus dugaan makar untuk tersangka Sri Bintang Pamungkas dan Rachmawati Soekarnoputri. 

SURYA.CO.ID, JAKARTA - Tiga bukti sebaga dasar menjerat Ustaz Bachtiar Nasir sebagai tersangka pencucian uang diungkapkan polisi.

Bachtiar Nasir adalah  Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI).

Di sisi lain calon presiden (Capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto menilai penetapan Ustaz Bachtiar Nasir sebagai tersangka ada kaitannya dengan hasil Ijtma Ulama 3 yang memutuskan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendiskualifikasi pasangan Capres-Cawapres Jokowi-KH Maruf Amin.

Bachtiar ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana asal pengalihan aset Yayasan Keadilan Untuk Semua.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, alat bukti pertama adalah keterangan tersangka Ketua Yayasan Keadilan untuk Semua, Adnin Armas.

"Yang pertama dari hasil pemeriksaan, keterangan tersangka AA. AA perannya mengalihkan kekayaan yayasan," kata Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019).

Kehebatan Fadli Zon di Dapil Neraka Kalahkan 2 Artis Terkenal hingga Adian Napitupulu

Isi Chat WhatsApp Ratna Sarumpaet saat Minta Uang 15 Juta ke Fadli Zon Terungkap, Begini Rayuannya

Gus Hans dan Azrul Ananda Disebut Sosok yang Cocok Pengganti Wali Kota Risma, juga Ada Sosok Ini

Dedi menyebutkan, Adnin Armas dijerat dengan Pasal 70 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan jo Pasal 5 ayat 1 UU Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas UU Yayasan, serta Pasal 374 jo Pasal 372 KUHP.

Selain itu, bukti lainnya adalah rekening yayasan tersebut yang telah diaudit.

Dedi mengatakan, Bachtiar diduga mencairkan uang sebesar Rp 1 miliar dari rekening tersebut dan menggunakannya untuk kegiatan lain.

"Demikian juga dari alat bukti lain, penyidik sudah memeriksa rekening.

Halaman
1234
Editor: Tri Mulyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved