Berita Blitar

Wadul ke DPRD, GMNI Protes Banyaknya Minimarket Berjejaring di Kota Blitar

GMNI menganggap banyaknya minimarket berjejaring akan mengancam keberadaan pasar tradisional.

Wadul ke DPRD, GMNI Protes Banyaknya Minimarket Berjejaring di Kota Blitar
surya.co.id/samsul hadi
Suasana audensi antara anggota GMNI Kota Blitar dan DPRD Kota Blitar soal banyaknya minimarket berjejaring, Selasa (7/5/2019). 

SURYA.co.id | BLITAR - DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Blitar meminta Pemkot Blitar tidak menambah lagi kuota minimarket berjejaring di Kota Blitar.

GMNI menganggap banyaknya minimarket berjejaring akan mengancam keberadaan pasar tradisional.

"Dalam tiga tahun ini, perkembangan minimarket berjejaring di Kota Blitar terus bertambah banyak," kata Ketua DPC GMNI Kota Blitar, Krisna Harbi, usai melakukan audensi dengan DPRD Kota Blitar, Selasa (7/5/2019).

Dalam audensi itu, GMNI memang menyampaikan keluhan soal makin banyaknya minimarket berjejaring di Kota Blitar.

Sebelumnya, jumlah minimarket berjejaring hanya dibatasi maksimal dua unit per kecamatan.

Di Kota Blitar ada tiga kecamatan. Berarti maksimal hanya ada enam minimarket berjejaring di Kota Blitar.

Tetapi, setelah diberlakukan Perda Nomor 1 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pasar Rakyat Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan, kuota minimarket berjejaring di Kota Blitar justru bertambah.

Dalam Perda itu, diatur kuota minimarket berjejaring di Kota Blitar sebanyak 22 unit.

"Dulu tiap kecamatan dibatasi hanya dua minimarket. Kalau ada tiga kecamatan berarti se-kota hanya ada enam minimarket. Sekarang kuotanya ditambah menjadi 22 unit se-Kota Blitar. Kami khawatir banyaknya minimarket akan mengancam keberadaan pasar tradisional," ujarnya.

GMNI meminta para wakil rakyat agar menyampaikan keluhannya ke Pemkot Blitar.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved