Sejak Januari 2019, Polda Jatim Lokalisir 2.500 Situs Bermuatan Informasi Negatif Tentang Pemilu

Sejak Januari 2019 hingga April 2019, Polda Jatim telah melokalisir tak kurang dari 2.500 situs yang memuat konten negatif terkait Pemilu 2019.

Sejak Januari 2019, Polda Jatim Lokalisir 2.500 Situs Bermuatan Informasi Negatif Tentang Pemilu
tribun jatim/luhur pambudi
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

SURYA.co.id | SURABAYA - Polda Jatim telah melokalisir tak kurang dari 2.500 situs yang memuat konten negatif terkait Pemilu 2019. 

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, hal itu dilakukan sejak Januari hingga April 2019.

"Situs itu cenderung memuat konten informasi tentang mendelegitimasi peran dan eksistensi KPU," katanya, Selasa (7/5/2019).

Upaya melokalisir situs tersebut, ungkap Barung, bertujuan agar konten negatif yang menjadi subtansi informasi situs tersebut tak mudah tersebar dan menjadi konsumsi informasi bagi khalayak publik.

"Ini upaya kami menyikapi berkembangnya hoaks yang terus-menerus menggerus eksistensi dan legitimasi pelaksanaan pemilu," lanjutnya.

Barung menerangkan, ada tiga kriteria konten informasi situs yang berkemungkinan besar akan dilakukan lokalisir.

Pertama, situs berisi konten yang  mendelegitimasi KPU.

Kedua, situs berisi konten informasi mengenai ketidakpercayaan pada lembaga-lembaga pemerintah.

Ketiga, situs berisi konten yang cenderung menyerang eksistensi pemerintah.

Ia juga menhimbau masyarakat agar tak mudah terprovokasi oleh informasi dari situs yang tidak jelas.

"Masyarakat jangan terlalu percaya, tanyakan ke polisi tanyakan ke KPU, tanyakan ke Bawaslu dan tanyakan kepada rekan-rekan TNI apakah ini benar atau tidak," ucapnya.

Termasuk menghimbau agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

"Jangan sampaikan ke media sosial untuk mendapatkan simpati publik. Kalau paham mekanisme ya melapor ke Bawaslu, Sentra Gakkumdu. Kalau diunggah ke media sosial dan berpendapat, ya sama saja membentuk opini," pungkasnya.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved