Nama Besar Parpol Jadi Modal Caleg Raih Suara di Jawa Timur

Parpol besar di Jatim masih terlalu perkasa untuk parpol-parpol kecil yang ada di Jatim. Caleg mereka pun mulus melaju ke parlemen.

Nama Besar Parpol Jadi Modal Caleg Raih Suara di Jawa Timur
ist/tribunnews
ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengamat Politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Hariadi mengungkapkan bagaimana strategi beberapa partai politik bisa mempertahankan perolehan suara parpol besar dari hadangan berbagai parpol kecil yang baru dibentuk khususnya di Jawa Timur.

Hariadi mengatakan partai politik besar tidak hanya diuntungkan karena sudah dikenal dan punya basis pemilih yang militan. Akan tetapi juga diuntungkan oleh sistem Pemilu legislatif Saint League untuk menghitung suara.

Berikut petikan wawancaranya dengan Harian Surya

Bagaimana cara partai PDI-P maupun PKB dan PKS serta partai politik lainnya bisa memperoleh suara yang konsisten di Jawa timur?

Di Jatim sendiri merupakan wilayah basis PKB. Sempat PDI Perjuangan menjadi amat perkasa dan bahkan cenderung melampaui PKB.

Tetapi PKB diuntungkan oleh persebaran Caleg yang lebih merata serta limpahan suara dari konstituen PPP, akibat musibah yang menimpa Romy, Ketua Umum PPP.

Memangnya seberapa besar imbas dari musibah PPP terkait penangkapan KPK terhadap Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) hingga menjadi peluang untuk PKB?

Setidaknya menghalangi konsolidasi PPP dalam menghadapi hari H pemilu. Pimpinan baru tak serta merta mudah mengonsolidasi dukungannya.

Sementara PKS diuntungkan tidak hanya karena ada figur KH. Laura Situbondo, tapi diuntungkan oleh keyakinan beberapa komunitas pesantren bahwa Jokowi adalah anti muslim dan pro komunis.

Tema kampanye inilah yang selalu didengungkan timses dan jaringan Prabowo-Sandi dan sukses menopang raihan suara PKS dan Partai Gerindra di Jatim.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved