Liputan Khusus

Belajar Dari Pengalaman Pemilu Sebelumnya, Ning Lucy Kini Optimistis Raih Kursi ke-10 di DPR RI

Belajar dari pengalaman buruk di pileg sebelumnya, Lucy Kurniasari lebih matang di Pileg kali ini. dia pun yakin lolos ke Senayan.

Belajar Dari Pengalaman Pemilu Sebelumnya, Ning Lucy Kini Optimistis Raih Kursi ke-10 di DPR RI
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Calon Legislatif (Caleg) Partai Demokrat dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Timur 1 (Surabaya-Sidoarjo), Lucy Kurniasari pada kegiatannya di Surabaya, beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA = Calon legislatif Partai Demokrat daerah pemilihan (Dapil) Jawa Timur 1 (Surabaya-Sidoarjo), Lucy Kurniasari, menegaskan bahwa dari akumulasi suara yang didapat timnya, dirinya sudah cukup aman untuk melenggang kembali ke Senayan. 

"Sejauh ini kami sudah mengumpulkan akumulasi suara 95 persen TPS di Dapil Jatim 1. Hasilnya, kami cukup aman," kata perempuan yang akrab disapa Ning Lucy ini ketika ditemui di posko pemenangannya di Surabaya, Minggu (5/5). 

Ning Lucy memantau langsung tabulasi suara di posko tersebut. Sebuah layar berukuran sekitar 2 meter persegi memperlihatkan perolehan tiap partai hingga calon legislatif yang berpotensi lolos untuk DPR RI dari dapil Jatim 1. 

Nama Ning Lucy berada di kursi kesepuluh dan menjadi satu-satunya caleg yang berpotensi lolos dari Partai Demokrat di dapil ini. Namun, ia masih harus bersaing dengan caleg dari partai lain, Gerindra dan Nasdem dengan selisih sekitar 7 ribu suara.

"Namun, kami masih cukup optimistis (lolos). Tujuh ribu suara itu bukan lah suara yang sedikit," katanya.  

Berpeluang Melenggang ke Parlemen, Caleg Unggulan Sabar Menunggu Hasil Hitung Resmi KPU

Berdasarkan tabulasi tersebut, Gerindra berpotensi mendapatkan kursi kedua dari kuota 10 kursi DPR RI di Dapil 1. Berada tipis di bawah Gerindra adalah NasDem dengan selisih sekitar 500 suara. 

Dengan menyisakan hanya lima persen jumlah TPS di tabulasi tersebut, Lucy cukup optimistis mengunci kursi kesepuluh.

"Kepastiannya masih harus menunggu 100 persen kelurahan terlebih dahulu. Namun, dengan selisih ini kami masih cukup optimistis," katanya.  

Lucy menceritakan, untuk mengamankan suara kali ini, pihaknya berkerja ekstra hati-hati. "Posko kami buka 24 jam dan siap menerima segala laporan dari relawan di tiap waktu," katanya.  

Tak tanggung-tanggung, pihaknya menyiapkan tim berlapis untuk mengawal proses rekapitulasi suara. Di antaranya, sejak di Tempat Pemungutan Suara (TPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), kabupaten/kota, hingga provinsi. "Misalnya untuk TPS, ada yang jaga di dalam TPS. Ada juga yang di luar TPS," jelasnya. 

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved