TPID Kota Kediri Gelar Operasi Pasar Untuk Kendalikan Inflasi

TPID Kota Kediri berencana menggelar operasi pasar murni untuk mengendalikan laju inflasi menjelang Ramadan.

TPID Kota Kediri Gelar Operasi Pasar Untuk Kendalikan Inflasi
surabaya.tribunnews.com/didik mashudi
Wali kota Kediri, Abdullah Abu Bakar saat mengikuti rakor bersama TPID Kota Kediri. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri. Salah satu hasilnya bakal menggelar Operasi Pasar Murni (OPM).

Rakor TPID bertema “Sinergi dan Religi untuk Inflasi yang Terkendali” ini dilakukan untuk mengendalikan inflasi akibat lonjakan harga bahan pokok yang terjadi di bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengatakan, pada bulan Maret dan April inflasi di Kota Kediri berada diangka 0,36 persen. Penyumbang inflasi paling besar ada di bahan makanan khususnya bawang putih yang harganya melonjak.

Mengantisipasi hal tersebut, TPID Kota Kediri akan segera melakukan operasi pasar. Komoditas yang akan disediakan pada operasi pasar diantaranya, beras, bawang merah, bawang putih, telur dan minyak goreng.

“Masyarakat tidak perlu khawatir kami akan segera melakukan operasi pasar yang sedang dan akan dilakukan. Operasi pasar akan menstabilkan harga-harga lumayan tinggi khususnya bawang putih. Operasi pasar dilakukan mulai 7 - 28 Mei bertempat di kelurahan-kelurahan yang ada di Kota Kediri,” jelasnya usai mengikuti rakor, Senin (6/5/2019)..

Selain menggelar operasi pasar, TPID Kota Kediri juga melakukan kerja sama dengan pedagang maupun peternak. TPID akan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk bijak dalam berbelanja.

“Sebenarnya langkah-langkah yang dilakukan di Kota Kediri sudah cukup masif. Terpenting kita berikan edukasi kepada masyarakat biasanya mereka khawatir akan kekurangan di Bulan Syawal karena banyak toko yang tutup. Dan ketersediaan beras, gula, tepung terigu, minyak goreng semua cukup bahkan lebih,” imbuhnya.

Sementara untuk bawang putih sudah dipastikan 15.000 ton bawang putih masuk ke Jawa Timur yang akan segera didistribusikan. TPID Kota Kediri telah melakukan operasi pasar untuk bawang putih ini.

"Insyaallah dalam tempo yang sesingkat-singkatnya ini akan terjadi penurunan harga bawang putih. Dalam operasi pasar nanti kita akan jadikan satu paket satu kiloan setiap orang tidak boleh lebih dari itu,” jelasnya.

Komoditas lain seperti daging ayam, telur, dan bawang merah, apabila mengalami lonjakan harga karena tingginya permintaan, TPID akan melakukan intervensi. 

“Biasanya akan terjadi lonjakan karena banyaknya permintaan. Yang biasanya tidak berjualan akan berjualan pada bulan Ramadan. Bila terjadi kenaikan kita sudah kerja sama dengan petani dan peternaknya,” ungkapnya.
Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri Musni Hardi mengungkapkan, untuk Inflasi di Kota Kediri saat ini masih terkendali.

"Sebenarnya angka inflasi masih berada dibawah range yang menjadi sasaran nasional yakni 3,5 persen plus minus 1 persen. Berarti batas bawahnya 2,5 persen kita berada di angka 1,91persen jadi masih lebih rendah,” ungkapnya.

Musni Hardi menambahkan, berbagai perkembangan komoditas perlu diwaspadai melihat perkembangan inflasi di bulan April mencapai 0,36 persen.

“Kami melihat ada beberapa komoditas pendorong inflasi bulan April yakni bawang putih. Seperti tahun-tahun sebelumnya beberapa komoditas siklus tahunannya cenderung mengalami peningkatan. Untuk itu kami lakukan rakor untuk mengantisipasi hal-hal tersebut,” pungkasnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved