Viral Media Sosial

Video Detik-detik Ambulans Bawa Ibu Hamil Terjang Banjir Viral, Emak-emak Ucap: Astagfirullahaladzim

Video detik-detik ambulans membawa ibu hamil menerjang banjir setinggi hampir satu meter, viral di media sosial instagram

Video Detik-detik Ambulans Bawa Ibu Hamil Terjang Banjir Viral, Emak-emak Ucap: Astagfirullahaladzim
Instagram @makassar_iinfo
Video Detik-detik Ambulans Bawa Ibu Hamil Terjang Banjir Viral 

Pada video terlihat sang istri berhasil naik di atas perahu dibantu anggota TNI lain.

Sambil mengelus perutnya, perempuan tersebut tertawa berbicara menggunakan Bahasa Sunda.

"Miftah seorang warga RW 14 Kampung Bojongasih, Desa/Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung mengevakuasi sang istri yang tengah hamil tua di tengah kondisi banjir parah.

Peristiwa tersebut terjadi Selasa (9/4/2019) sekitar pukul 09.00 WIB. Dengan ketinggian air di Kampung Bojongasih masih sangat tinggi dari mulai lutut orang dewasa hingga bibir genting.

Miftsh dibantu sejumlah anggota TNI, warga setempat dan Ketua RW melakukan evakuasi warga yang masih terisolasi di rumahnya masing-masing akibat banjir hingga memerlukan bantuan evakuasi.

Adalah Suryani istri dari Miftah yang tengah hamil tua berusia 8 bulan. Harus menerjang banjir dengan digendong oleh suaminya melewati gang kecil dan sempit." tulis @warung_jurnalis dalam captionnya

Dilansir dari Tribun Jabar dalam artikel 'DRAMATIS, Suami Evakuasi Istrinya yang Tengah Hamil Tua Keluar dari Banjir Setinggi Leher di Bandung', Miftah dan Suryani mengaku akan mengungsi ke rumah saudaranya yang berada di Palasari, Dayeuhkolot.

Ia bersama keluarganya tak sempat mengungsi karena, pada Senin (8/4/2019) sore terjadi hujan deras.

"Saya bantu evakuasi bapak mertua, istri yang sedang hamil, dan adik. Mereka tidak bisa keluar karena ketinggian air mencapai seleher," kata Miftah seusai turun dari perahu.

Ditambah sang istri kata Miftah tengah hamil tua dengan usia kandungan 8 bulan. Oleh karena itu ia mencari bantuan perahu untuk evakuasi keluarganya.

"Rencananya mau ngungsi ke rumah saudara di Palasari untuk sementara sampai banjir surut," katanya.

Babinsa Desa Dayeuhkolot Serka Emil mengatakan, sudah menjadi tugasnya sebagai aparat membantu evakuasi korban banjir, karena wilayah tugasnya sering dilanda banjir.

"Ya, sudah rutin buat kami, setiap banjir membantu evakuasi. Apalagi ini banjir di titik terdalam sudah 230 cm. Dari kemaren saya sudah sarankan warga untuk mengungsi, tapi masih banyak yang bertahan dan akhirnya terjebak di dalam," ucapnya.

Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, Selasa (9/4/2019), Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat setidaknya 7 kecamatan tergenang banjir, pada Senin (8/4/2019).

"Iya, ada tujuh kecamatan (yang terendam banjir)," kata Sudrajat, Kepala Bidang Kedaruratan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Sudrajat melalui pesan singkat ke Kompas.com, Senin (8/4/2019).

Penyebab banjir adalah hujan dengan intensitas tinggi yang membuat Sungai Cikapundung dan Citarum meluap.

Ketinggian air banjir di wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya bervariasi, antara 10 sentimeter-250 sentimeter.

Keluarga Terjebak Banjir dan Diselamatkan Pengguna Tol Ngawi-Kertosono

Sebelumnya, video seorang pengendara mobil yang rela berhenti di pinggir jalan tol Madiun demi selamatkan korban banjir viral di media sosial.

Video tersebut pertama kali diunggah di akun Nanda Sapto Wati, Kamis (7/3/2019).

Dalam video berdurasi cukup panjang itu, penumpang dalam mobil tengah melintang di ruas tol. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan sejumlah warga yang berteriak dari pinggir ruas jalan tol.

"Tolong mas, tolong," teriak seorang pria yang berada di genangan banjir.

Wanita perekam video yang berada di dalam mobil itu lantas meminta seluruh anggota keluarganya untuk turun dari mobil dan membantu para korban.

"Ya Allah kae bayek yah, cepet meduno (Ya Allah itu bayi yah, cepet turun)," ujar wanita tersebut.

"Tyo kamu bisa berenang kan? Turun cepat bantuin," imbuhnya.

Mobil kemudian menempi di pinggir jalan tol dan segera turun untuk menolong para korban banjir Madiun.

Dalam video itu, tampak keluarga wanita itu langsung sigap untuk menggendong korban yang masih berusia balita.

Selain keluarga wanita itu, ada pula sejumlah mobil lain yang kemudian ikut berhenti dan menolong para korban banjir.

Video viral pengguna tol yang selamatkan korban banjir di Madiun.
Video viral pengguna tol yang selamatkan korban banjir di Madiun. (Facebook)

Misalnya, dua pengendara tampak berenang menolong para korban dan membawanya ke tepi jalan tol.

Dari video yang beredar, genangan banjir itu cukup tinggi sekitar leher orang dewasa.

Namun, proses evakuasi tidak berjalan mulus lantaran kemunculan ular yang mengelantung di pohon tepat di lokasi seorang wanita berpegangan.

"Ulo.. uloo (ular.. ular,red)," ujarnya berteriak.

"Gusah gusah (usir-usir, red)," jawab seorang pengendara yang berusaha menolongnya.

"Yah ibuk e sek mesake ono ulo (yah ibunya dulu kasihan ada ular)," teriak wanita yang merekam kejadian tersebut.

Setelah para korban berhasil dievakuasi, para korban diberi pakaian yang dibawa pengendara.

Salah seorang balita tampak dibalut dengan jaket milik salah seorang pengendara karena anak tersebut menangis kedinginan dan ketakutan.

"Eh iki dingin dikemuli, sek anduk e enek di belakang (eh ini dingin diselimuti, bentar ada anduk di belakang)," ujar sang perekam.

Dua bocah tampak diselimuti dengan anduk dan jaket, sementara korban dewasa diberikan pakaian milik keluarga perekam.

Video viral pengguna tol yang selamatkan korban banjir di Madiun.
Video viral pengguna tol yang selamatkan korban banjir di Madiun. (Facebook)

Wanita yang turut menjadi korban banjir tersebut juga diberi baju daster milik perekam video.

"Mamah ada daster di samping tas, itu buat ganti ibunya," ujar perekam kepada anaknya untuk memberi ganti kepada korban.

Korban banjir yang terdiri dari ayah, ibu dan dua anak itu pun berhasil diselamatkan.

Keluarga lain yang turut berhenti dan menolong, melanjutkan perjalanan.

"Sampai sini aja? gapapa ini?," ujar pengendara lain yang turut menolong.

"Gapapa buk, makasih banget," ujar si perekam.

Mereka kemudian diantar ke polsek oleh keluarga si perekam.

"Dianter ke polsek atau gimana," ujar si perekam.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved