Pemilu 2019

Ulama dan Pendeta Bangkalan Imbau Jaga Perdamaian Usai Pemilu 2019, 'yang Terpilih Harus Diikuti'

Berbagai tokoh ulama, agama, hingga Pemkab Bangkalan, terus berupaya menyejukkan hati masyarakat di tengah pelaksanaan tahapan Pemilu 2019

Ulama dan Pendeta Bangkalan Imbau Jaga Perdamaian Usai Pemilu 2019, 'yang Terpilih Harus Diikuti'
surya.co.id/ahmad faisol
Suasana pelaksanaan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Kabupaten dan Penetapan Hasil Pemilu Anggota DPRD Kabupaten Bangkalan pada Kamis (2/5/2019) malam 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Berbagai tokoh ulama, agama, hingga Pemkab Bangkalan, terus berupaya menyejukkan hati masyarakat di tengah pelaksanaan tahapan-tahapan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif 2019.

Termasuk Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangkalan KH Syarifudin Damanhuri dan Pendeta Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Kecamatan Kamal Bangkalan Pendeta Andreana.

"Siapa pun yang terpilih, dari kacamata agama, harus diikuti selama tidak menuju ke arah kekafiran," ungkap KH Syarifudin Damanhuri, Jumat (3/5/2019).

Bupati, Tokoh Ulama dan Agama di Bangkalan Apresiasi Pelaksanaan Pemilu 2019 Berjalan Damai

Ia lantas mengutip pernyataan Nabi Muhammad SAW ketika dimintai wasiat oleh salah seorang sahabat. Rasulullah berpesan, 'Takutlah kepada Allah. Mendengarkan dan ta'at kepada Allah, Rasulullah, dan pimpinan'.

"Pimpinan alias pemerintah. Walaupun kamu dipimpin seorang budak sahaya, harus taat dan berbakti," tutur KH Syarifudin Damanhuri.

Pendeta Andreana mengimbau masyarakat kristen di Bangkalan dan seluruh lapisan masyarakat bersama menjaga keamanan dan ketertiban.

"Jaga kerukunan. Siapa pun yang terpilih, itulah yang terbaik. Jangan terprovokasi dengan berita-berita yang belum tentu kebenarannya," singkat Pendeta Andreana.

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved