Berita Ekonomi Bisnis

Topping Off The Vertu lebih Cepat, Setelah Surabaya Ciputra Development Bidik Superblok di Kota ini

Proyek apartemen The Vertu yang dikerjakan PT Ciputra Development Tbk telah melalui proses topping off atau tutup atap, Jumat (3/4/2019).

Topping Off The Vertu lebih Cepat, Setelah Surabaya Ciputra Development Bidik Superblok di Kota ini
surya.co.id/sugiharto
Jajaran direksi Ciputra Development menggesekkan replika kartu akses saat Topping Off Apartemen The Vertu, Jumat (3/5/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Proyek apartemen The Vertu yang dikerjakan PT Ciputra Development Tbk telah melalui proses topping off atau tutup atap, Jumat (3/4/2019). Proses tersebut maju dua bulan dari rencana semula yang diprediksi bulan Juli.

"Pembangunan konstruksi ternyata lebih cepat dan hari ini bisa dilakukan topping off. Tahap selanjutnya, kami siapkan proses penyelesaian untuk bisa serah terima di akhir 2020 mendatang," jelas Sutoto Yakobus, Direktur Senior PT Ciputra Development Tbk, saat mendampingi Harun Hajadi, Managing Director Ciputra Group. 

Apartemen The Vertu merupakan salah satu produk apartemen di komplek superblok Ciputra World Surabaya (CWS) untuk tahap 3.

Tahap 1 menelan investasi sekitar Rp 550 miliar yang terdiri dari mal dan apartemen The Via and The Vue, pada tahap kedua dengan investasi sekitar Rp 800 miliar untuk pengembangan hotel, small office home office (SOHO) dan apartemen The Voila. 

Sementara tahap 3, selain apartemen The Vertu, juga ada pengembangan mal CWS 2.

“Setelah superblok Surabaya ini, kami mau garap superblok di Makassar pada tahun depan dan Medan mudah-mudahan tahun ini,” tambah Sutoto.

Marketing Manager CWS, Tutut Gunaedi menambahkan untuk proyek CWS, tahap ketiga ini telah menghabiskan investasi sekitar Rp1,6 triliun untuk membangun mall extension, office, dan apartemen The Vertu sebanyak 187 unit dengan tinggi 15 lantai.

“Penjualan apartemen Vertu ini sudah 76 persen, jadi masih sisa 45 unit untuk tipe 1 bedroom dan 2 bedroom. Setelah topping off ini nanti handovernya 2020,” jelas Tutut.

Selanjutnya masih tersisa pengembangan untuk produk di tahap 4 dan tahap 5. Untuk tahap keempat akan terdiri dari 3 tower apartemen seluas 100.000 m2.

"Tapi masih belum tahu total unitnya karena baru desain awal, sambil melihat situasi pasar dulu,” tambah Tutut.

Terkait kinerja Ciputra Group, Harun Hajadi mengatakan, pihaknya memperkirakan kinerja marketing sales tahun ini bisa tumbuh sekitar 5 persen sejalan dengan siklus pasar properti yang diprediksi mulai naik tahun ini.

"Sejak 2009 – 2013, sektor properti cukup booming, lalu pada 2014 mengalami slow down hingga 2018. Bahkan pada 2018, marketing sales Ciputra masih sama seperti capaian 2017 alias stagnan," jelas Harun.

Tapi tahun ini, Harun optimis properti mulai up (tumbuh). "Karena sudah keniscayaan kalau properti itu memang naik dan turun. Itu enggak bisa dilawan,” tambah Harun.

Proyeksi kenaikan marketing sales tahun ini juga lebih disebabkan adanya kenaikan harga properti, sedangkan secara volume produk masih akan sama seperti tahun lalu.

“Kalau faktor pemilu, rasanya kita tidak melihat karena pemilu kan cuma sehari, hanya rame-ramenya yang berbulan-bulan, dan itu susah diprediksi. Tapi kita optimistis pasti beres,” ujarnya.

Harun mengakui pasar properti di Jakarta sudah cukup sejak 2014 karena banyaknya pemain sehingga suplai berlebih baik properti landed, apartement dan perkantoran. Namun, di piggiran Jakarta masih ada potensi untuk pengembangan proyek properti.

“Di pinggiran Jakarta masih oke, kalau di Jakarta sudah tidak ada space. Sebetulnya masih ada potensi di Jakarta kalau kita jeli menggali pasar, misalnya, cari proyek yang suplainya terbatas, kita akan masuk ke situ,” jelas Harun.

Harun mengatakan proyek yang terus berpotensi ke depan adalah superblok yakni kawasan terintegrasi antara hunian apartemen, mal, dan office.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved