Sahabat KASN Sebut Masih Ada ASN 'Kampanye' Meski Pemilu Sudah Usai

Sahabat Komisi Aparatur Sipil Negara (Sahabat KASN) mencatat masih adanya potensi ketidaknetralan aparatur sipil negara (ASN) hingga pasca pemilu

Sahabat KASN Sebut Masih Ada ASN 'Kampanye' Meski Pemilu Sudah Usai
ist
Kampanye Publik 'ASN Netral, Birokrasi Kuat dan Mandiri' di Area Car Free Day Jalan MH Thamrin Jakarta. Minggu (10/3/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sahabat Komisi Aparatur Sipil Negara (Sahabat KASN) mencatat masih adanya potensi ketidaknetralan aparatur sipil negara (ASN) hingga pasca pemilu. Hal ini terindikasi dari sikap dukungan yang ditunjukkan melalui postingan di media sosial.

Hal ini disampaikan Sahabat KASN melalui gelaran Dialog Multistakeholder bertajuk 'Monitoring Netralitas ASN Dalam Pemilu'. Hadir dalam acara ini staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim, Ombudsman Jatim, hingga Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim di Surabaya, Jumat (3/5/2019).

Misalnya, pada saat pemungutan suara lalu, oknum ASN tersebut menunjukkan figur yang dicoblos.

"Dia bahkan berani memotret calon yang dicoblos hingga akhirnya diposting di media sosial," kata Asiswanto Darsono, perwakilan Sahabat KASN ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (3/5/2019).

Selain itu, ada pula ASN yang menyatakan dukungan dengan ikut membagikan isu negatif pasca pemilu.

"Misalnya, dengan membagikan kabar soal kecurangan KPU juga melalui media sosial," katanya.

Hasil Real Count KPU, Jokowi Menang Telak di Kabupaten Jombang. Saksi 02 Legowo

UPDATE - Berikut Penghitungan Suara Terkini Secara Real Count KPU Jokowi Vs Prabowo Pilpres 2019

Pihaknya pun masih menginventarisasi sejumlah temuan tersebut. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melaporkan yang bersangkutan ke pihak yang berwenang.

"Kami khawatir hal tersebut akan mempengaruhi kinerja dan profesionalisme ASN yang bersangkutan. Oleh karena itu, kami sedang mengumpulkan barang bukti," katanya.

Pasca pemilu, organisasi pemantau kinerja ASN akan terus memperhatikan netralitas para abdi negara. "Sebab, selesai pemilu, tahu depan sudah ada pemilihan kepala daerah. Termasuk, untuk pilkada di Surabaya dan tempat lainnya," terangnya.

Bahkan, bukan hanya terkait pemilu, pihaknya akan memperluas tugas organisasi untuk memantau kinerja ASN secara umum.

"Kami mendapat masukan dari Ombudsman untuk bersama-sama memantau kinerja para ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Bukan hanya Sahabat KASN, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim pun menemukan indikasi serupa. Bahkan, apabila diakumulasikan dengan berbagai profesi lainnya, ada sekitar 237 kasus yang berpotensi pelanggaran hukum.

"Kami sudah menindaklanjuti temuan ini ke instansi terkait. Kalau kasusnya menyangkut petugas pemilu, maka kami laporkan ke KPU bahkan bisa sampai DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu)," kata Komisioner Bawaslu Jatim, Totok Hariyono kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (3/5/2019).

"Termasuk, bagi ASN. Kalau ada indikasi ketidaknetralan, maka kami juga bisa laporkan ke instansi yang menangani masalah ini," terangnya.

Selanjutnya, pihaknya menyerahkan tindak lanjut dari laporan tersebut ke pihak terkait. "Kami tak bisa memberikan sanksi, namun pihak terkait yang akan memutuskan bersalah atau tidaknya yang bersangkutan," tandasnya. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved