Viral Media Sosial

Fakta Terbaru Video Viral Napi Diseret Petugas Lapas Saat Dipindahkan, Koordinator Ungkap Alasannya

Sejumlah fakta terbaru tentang video narapidana diseret oleh petugas lapas Nusakambangan saat pemindahan yang viral di media sosial, mulai terungkap

Fakta Terbaru Video Viral Napi Diseret Petugas Lapas Saat Dipindahkan, Koordinator Ungkap Alasannya
youtube tvOne
Fakta Terbaru Video Viral Napi Diseret Petugas Lapas Saat Dipindahkan 

SURYA.co.id - Sejumlah fakta terbaru tentang video narapidana diseret oleh petugas lapas Nusakambangan saat pemindahan yang viral di media sosial, mulai terungkap.

Dilansir dari tvOne news, fakta terbaru tentang video viral narapidana diseret oleh petugas lapas itu terungkap saat Kompol Dewo Nyoman Sudiarso selaku Koordinator Pemindahan Napi, mengungkapkan alasan penyeretan napi tersebut.

Menurut Dewo Nyoman, alasan petugas lapas menyeret narapidana tersebut lantaran si napi selalu bikin ulah

"Di sana disinyalir yang bersangkutan selalu bikin ulah," ujar Dewo Nyoman, Kamis (2/5/2019).

Selain itu, para napi yang dipindahkan merupakan napi yang memiliki masa tahanan lama dan kasus yang berat.

"Mereka juga hukumannya rata-rata di atas 11 tahun ada yang 18 tahun," tambahnya.

Video viral narapidana diseret petugas Lapas
Video viral narapidana diseret petugas Lapas (YouTube Vinz Channel)

TERUNGKAP Ahok BTP Sering Chat WA Beberapa Orang Saat di Penjara, Bukan Puput Nastiti & Veronica Tan

Sosok Jenderal TNI yang Berani Gebrak Meja di Rumah Soeharto, Popularitasnya Bikin Pak Harto Gusar

Diketahui, dari 26 napi yang dipindahkan, 4 di antaranya ditempatkan di Lapas Batu Nusakambangan, sedangkan sisanya ditempatkan di bagian lapas narkotika.

Fakta baru lainnya yang terungkap adalah sejumlah anggota termasuk Kalapas Narkotika Nusakambangan berinisial HM kini sedang diperiksa terkait insiden tersebut.

Dilansir dari Tribun Bali dalam artikel 'Video Bandar Narkoba Akasaka Cs Viral, Kalapas Narkotika Nusakambangan Dinonaktifkan', Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Produksi Kemenkum HAM, Junaedi menyebut insiden tersebut sebagai pelanggaran standar operasional prosedur (SOP).

"Terjadi insiden pelanggaran terhadap standar operasional prosedur," kata Junaedi dalam jumpa pers di Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (2/5/2019).

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved