Ramadhan 2019

4 Tips Tetap Fit saat Puasa Ramadhan 2019 Meski Tak Makan Minum Lebih dari 12 jam

Jelangpuasa Ramadhan 2019, ada tips yang perlu diketahui oleh umat muslim agar tetap merasa fit meski tak makan dan minum selama lebih dari 12 jam.

4 Tips Tetap Fit saat Puasa Ramadhan 2019 Meski Tak Makan Minum Lebih dari 12 jam
Ilustrasi
4 Tips Tetap Fit saat Puasa Ramadhan 2019 Meski Tak Makan Minum Lebih dari 12 jam 

2. Buka Puasa

Antusiasme keramaian ketika berbuka di Warung Kasih Kamis (31/5/2018), terlihat anggota WKRI Jember sibuk melayani masyarakat yang hendak berbuka puasa.
Antusiasme keramaian ketika berbuka di Warung Kasih Kamis (31/5/2018), terlihat anggota WKRI Jember sibuk melayani masyarakat yang hendak berbuka puasa. (surya/erwin wicaksono)

Soal buka puasa, penderita sakit maag juga disarankan untuk tidak berlebihan, apalagi disusul dengan kegiatan merokok.

Anda disarankan untuk makan porsi kecil dengan frekuensi yang sering.

Misalnya berbuka dengan kurma atau makanan ringan, lalu laksanakan salat maghrib.

Baru kemudian Anda menyantap hidangan utama dan menjalankan salat tarawih.

3. Kebiasaan Makan

ilustrasi
ilustrasi (pixabay.com)

Berhentilah makan 3-4 jam menjelang tidur untuk memberi waktu pada organ tubuh mencerna makanan Anda dengan baik.

Penderita sakit maag harus mempertimbangkan kala ada undangan untuk makan-makan setelah salat tarawih.

Selain itu, kurangi konsumsi makanan pedas yang mana kandungan asamnya bisa membuat lambung iritasi.

Panduan makanan saat puasa bagi penderita maag

- Konsumsi karbohidrat atau makanan yang lambat dicerna saat sahur, agar Anda tidak mudah lapar dan lemas di siang hari.

- Kurma merupakan sumber yang bagus untuk karbohidrat, serat, kalium dan magnesium.

- Kacang almond banyak mengandung protein dan serat sehingga bisa dianjurkan konsumsinya saat berpuasa.

- Pisang merupakan sumber bagi nutrien seperti karbohidrat kalium dan magnesium.

- Makanan yang dipanggang lebih disarankan dibandingkan makanan yang digoreng dan berlemak.

- Makan dalam porsi sedikit namun sering.

- Makanlah mendekati imsak saat sahur, dan segera berbuka saat magrib.

- Jangan lupa minum obat yang diresepkan dokter saat sahur dan berbuka.

Panduan minuman saat puasa bagi penderita maag

- Minum banyak air putih untuk mengganti kehilangan air saat berpuasa, yaitu sekitar 8 gelas per harinya.

- Minum segelas susu saat sahur, hal ini dapat mengurangi gejala maag dan ulkus peptik.

- Minum air putih, jus buah yang tidak asam, dan minuman yang mengandung banyak kalium agar tubuh dapat menyesuaikan dengan kondisi saat puasa.

Yang perlu dihindari saat puasa jika Anda menderita maag

- Hindari makanan yang dapat meningkatkan asam lambung seperti cokelat, makanan berlemak atau gorengan, dan buah-buahan yang mengandung asam seperti jeruk, lemon, tomat dan lainnya.

- Hindari makanan yang dapat merusak dinding lambung seperti cuka, merica, makanan pedas, dan bumbu yang merangsang.

- Jangan langsung tidur setelah makan sahur atau makan malam, karena hal ini dapat meningkatkan risiko asam lambung naik atau GERD.

- Jangan langsung makan dalam porsi besar saat berbuka atau sahur, dan jangan menunda berbuka.

- Hindari minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, soda dan minuman energi.

- Merokok meningkatkan risiko maag dan ulkus peptik, maka bulan Ramadan merupakan saat yang tepat bagi Anda untuk berhenti merokok.

- Alhohol bisa menyebabkan pelemahan klep antara lambung dan kerongkongan sehingga meningkatkan risiko asam lambung naik.

- Hindari obat-obatan yang dapat mengiritasi lambung, seperti obat anti nyeri non-steroid.

- Hindari stress, beberapa penelitian menyatakan bahwa stress dapat menyebabkan peningkatan asam lambung.

Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved