Pilpres 2019

TERUNGKAP Motif Ijtima Ulama 3 Prabowo Minta Jokowi-Maruf Amin Didiskualifikasi dari Pilpres 2019

Terungkap motif Ijtima Ulama 3 pendukung Prabowo-Sandi minta pasangan Jokowi-Maruf Amin menang versi quick count didiskualifikasi dari Pilpres 2019.

TERUNGKAP Motif Ijtima Ulama 3 Prabowo Minta Jokowi-Maruf Amin Didiskualifikasi dari Pilpres 2019
BBCNews Indonesia
TERUNGKAP Motif Ijtima Ulama 3 Prabowo Minta Jokowi-Maruf Amin Didiskualifikasi dari Pilpres 2019 

SURYA.co.id - Terungkap motif dari Ijtima Ulama 3 pendukung Prabowo-Sandi meminta pasangan Jokowi-Maruf Amin yang menang versi quick count didiskualifikasi dari Pilpres 2019.

Seperti diketahui, kelompok masyarakat yang menyebut diri mereka ulama itu selama ini mendukung pasangan Prabowo-Sandi menggelar Ijtima Ulama 3 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/5/2019). 

Salah satu hasil Ijtima Ulama 3 pendukung pasangan nomor urut 02 itu meminta Bawaslu dan KPU mendiskualifikasi Jokowi-Maruf Amin.

Di sela acara tersebut, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama, Yusuf Martak mengungkapkan kesimpulan Ijtima Ulama 3, telah terjadi berbagai kecurangan dan kejahatan yang bersifat terstruktur, sistematis, masif dalam proses penyelenggaraan Pemilu 2019.

Capres Prabowo Subianto yang juga hadir dalam acara itu mengatakan kesimpulan pertemuan "cukup komprehensif dan tegas."

Acara di Bogor itu dihadiri orang-orang yang disebut sebagai ulama, tokoh masyarakat serta aktivis sejumlah ormas Islam ini, yang menyebut sebagai pendukung kubu Prabowo-Sandi.

Panitia mengatakan menyebar 1.000 undangan, namun berdasarkan pantauan wartawan BBC News Indonesia yang meliput acara itu, Rivan Dwiastono, sekitar 500 orang yang hadir.'

Sejauh ini, penghitungan real count KPU sebesar lebih dari 60 persen dengan keunggulan Jokowi-Maruf Amin sebesar 56 persen dan Prabowo - Sandiaga Uno sebanyak 44 persen.

Panitia Pengarah Ijtima Ulama 3, Bachtiar Nasir di Bogor, Jawa Barat, Rabu (01/05).
Panitia Pengarah Ijtima Ulama 3, Bachtiar Nasir di Bogor, Jawa Barat, Rabu (01/05). (BBC NEWS INDONESIA)

Prabowo Subianto telah mengklaim kemenangan sebanyak tiga kali termasuk pada hari pemungutan suara, Rau (17/4/2019) dan mengklaim telah terjadi kecurangan.

Sementara Jokowi pada hari Pemilu menyatakan telah melihat hasil quick count sejumlah lembaga survei dan meminta masyarakat bersabar menunggu hasil yang akan diumumkan oleh KPU pada 22 Mei.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved