Terkait Penghentian Kerja Sama BPJS Kesehatan, Ini Penjelasan RSUIT Orpeha Tulungagung

Direktur RSUIT Orpeha Tulungagung angkat bicara soal penghentian kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Berikut penjelasannya...

Terkait Penghentian Kerja Sama BPJS Kesehatan, Ini Penjelasan RSUIT Orpeha Tulungagung
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
RSUIT Orpeha Tulungagung yang kerjasamanya dengan BPJS Kesehatan dihentikan karena belum mendapat akreditasi rumah sakit. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Terkait penghentian kerja sama dengan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit Umum Islam Tulungagung (RSUIT) Orpeha telah menerbitkan surat pemberitahuan.

Surat yang diterbitkan Kamis (2/5/2019), ditandatangani oleh direktur rumah sakit, Anang Imam Massa Arief.

Dalam penjelasannya, pihak rumah sakit mengakui penghentian kerja sama dengan BPJS Kesehatan, hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Namun untuk pasien BPJS Kesehatan dengan kriteria kasus gawat darurat, tetap bisa dilayani di rumah sakit ini.

Bagi yang memerlukan rawat inap, akan dirujuk ke rumah sakit lain yang melayani peserta BPJS Kesehatan.

Pasien rujukan dari Faskes tingkat pertama, atau yang kontrol ke poli RSUIT, mereka akan diberi pemahaman agar kembali ke Faskes tingkat pertama. Selanjutnya Faskes tingkat pertama diminta untuk merevisi rujukan, dan diarahkan ke rumah sakit lain.

Mulai Hari Ini BPJS Kesehatan Hentikan Kerja Sama Dengan RSI Orpeha Tulungagung. Alasannya?

Sedangkan pasien yang terlanjur rawat inap dan akan kontrol di poliklinik, akan ditawarkan opsi sebagai pasien umum. Bila menolak, maka akan diarahkan ke Faskes pertama, dan minta rujukan ke rumah sakit lain.

Sedangkan pasien umum dan pasien pemegang asuransi selain BPJS Kesehatan, tetap dilayani seperti biasa.

Sebelumnya BPJS Kesehatan menghentikan kerja sama dengan RSUIT Orpeha terhitung Kamis (2/5/2019).

Penghentian dilakukan karena rumah ini belum memperpanjang akreditasi.

Padahal sesuai peraturan menteri kesehatan (PMK), rumah sakit yang bisa bekerja sama dengan BPJS Kesehatan hanya yang mengantongi akreditasi. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved