Berita Trenggalek

Puluhan Santri Dai Mengabdi di Desa-desa di Trenggalek selama Ramadhan 2019

Selama 25 hari, sebanyak 21 santri dai akan mengabdikan diri di sepuluh masjid dan musala di desa-desa di Kabupaten Trenggalek. Ini tugas mereka.

Puluhan Santri Dai Mengabdi di Desa-desa di Trenggalek selama Ramadhan 2019
surabaya.tribunnews.com/aflahul abidin
Pelepasan Santri Dai Pondok Ramadhan 2019, Kamis (2/5/2019) malam. 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Sebanyak 21 santri dai akan mengabdikan diri di sepuluh masjid dan musala di desa-desa di Kabupaten Trenggalek.

Mereka akan mengajar mengaji anak-anak, menjadi imam salat, dan berceramah selama 25 hari di bulan Ramadhan 2019 nanti.

Santri sebanyak 21 orang itu berasal dari Pondok Pesantren Hidayatut Thullab di Desa Kamulan, Kecamatan Durenan. Masjid dan musala tempat mereka berdakwah nanti berada di enam titik Desa Sukokidul, Kecamatan Pule.

Juga empat titik lain berada di desa Joho, Desa Kembangan, Desa Pakel, Kecamatan Pule; serta Desa Sumberejo, Kecamatan Durenan.

"Di lapangan, mereka nanti sasaran utamanya adalah anak-anak. Pembinaan taman pendidikan alquran di sana," kata Humas Ponpes Hidayatut Thullab, Riza Rijalul Mufid.

Para santri dai itu akan mulai berangkat ke masjid dan musala di desa-desa Jumat (3/5/2019).

Dia mengatakan, para santri itu adalah siswa kelas 3 Madrasah Aliyah yang akan lulus tahun ini. Momen pondok Ramadan seperti saat ini dilaksanakan agar santri siap berkumpul dengan masyarakat setelah keluar pondok.

M Ali Toyib (20), salah satu santri dai, mengaku telah menyiapkan materi untuk dipakai selama Ramadan di desa-desa. Materi itu bahkan sudah mulai disusun sejak Juli tahun lalu.

"Kalau menurut saya pribadi, ini membuat saya penasaran," kata dia.

Ali mengakui, kegiatan seperti itu bakal membutuhkan persiapan mental yang kuat. Rasa khawatir bakal kesulitan untuk dapat melebur di masyarakat pun sering muncul. Namun, Ali dan santri dai lainnya mencoba untuk lebih percaya diri.

"Memang di (Ponpes) kami menganjurkan santrinya banyak bermasyarakat," tuturnya.

Plt Bupati Trenggalek, M Nur Arifin melepaskan secara seremonial para dai santri sebelum berangkat ke desa-desa, Kamis (3/5/2019) malam. Kepada mereka, ia berpesan agar menularkan ilmu yang bermanfaat bagi anak-anak di desa tempat mereka mengabdi.

"Saya minta nanti santri-santri ini dibikinkan sertifikat. Saya yang tandatangani nanti," ujarnya. 

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved