Khofifah Berharap 290 Desa Wisata di Jatim Bisa Menarik Lebih Banyak Wisatawan

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa ingin agar desa-desa di Jawa Timur bisa memaksimalkan potensi yang dimilikinya untuk dijadikan desa wisata

Khofifah Berharap 290 Desa Wisata di Jatim Bisa Menarik Lebih Banyak Wisatawan
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahro
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membuka Majapahit International Travel Fair 2019 di Grand City, Kamis (2/5/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ingin agar desa-desa di Jawa Timur bisa memaksimalkan potensi yang dimilikinya untuk dijadikan sebagai desa wisata.

Pasalnya, dengan adanya dana desa dan dihubungkan dengan kondisi Jawa Timur yang angka kemiskinan pedesaannya tinggi, pengembangan desa wisata menjadi alat untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa.

"Kita berharap bahwa akan ada tambahan wisatawan asing terutama yang akan masuk ke Jawa Timur. Karena kita punya  destinasi wisata luar biasa," kata Khofifah saat membuka The 20th Majapahit International Travel Fair (MITF) 2019 di Grand City, Kamis (2/5/2019).

Pengembangan Desa Wisata Jawa Timur itu dikatakan Khofifah sejalan progran Desa Wisata Cerdas Maju Sejahtera (Dewi Cemara) yang ia gagas dalam Nawa Bhakti Satya.

Melalui ajang MITF 2019 yang digelar ileh Pemprov ini, Khofifah ingin ajang promosi pariwisata ini juga menjadi alat promosi wisata berbasing pedesaan yang sudah banyak dikembangkan di provinsi Jawa Timur ini.

"Hari ini fokusnya kita ingin bagaimana membangun wisata berbasis pedesaan. Sangat banyak keindahan lokal kearifan lokal yang belum tereksplor," imbuhnya.

Saat ini dengan adanya ruang yang begitu besar dimana desa bisa mengembangkan potensi yang ada melalui optimalisasi dana desa, maka Khofifah ingin agar kesempatan ini menjadi tonggak pendorong desa bisa berkembang.

Otonomi pengelolaan dana desa yang besar dikatakan wanita yang juga mantan Menteri Sosial ini diharapkan menjadi pemicu dan pemacu dari seluruh tumbuhnya potensi ekonomi, sosial dan budaya di pedesaan.

"Ini penting karena kebetulan di Jawa Timur disparitias kemiskinan antara desa dan kota itu sangat lebar. Kemiskinan di kota 6,9 persen sedangkan kemiskinan di pedesaan 15,2 persen. Kalau ada basis ekonomi yang tumbuh di desa maka akan ada menjadi alat untuk peningkatan percepatan kesejahteraan masyarakat di desa," urai wanita yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Abdurrahman Wahid ini.

Ia mencontohkan keberhasilan Desa Pujon Kidul di Kabupaten Malang yang berhasil mengembangkan desanya menjadi desa wisata. Hanya dalam waktu dua tahun saja, desa wisata satu ini sudah mampu memberikan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) ke Pemkab Malang sebesar Rp 2,5 miliar.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved