Arumi Bachsin Dilantik Jadi Ketua Perwosi Jatim, Siap Gas Pol Ajak Masyarakat Berolahraga

Arumi Bachsin resmi mendapatkan amanah baru sebagai Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Wanita Olahraga (Perwosi) Jatim masa bakti 2018-2022

Arumi Bachsin Dilantik Jadi Ketua Perwosi Jatim, Siap Gas Pol Ajak Masyarakat Berolahraga
ist
Arumi Bachsin saat dilantik sebagai Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Wanita Olahraga (Perwosi) Jawa Timur Masa Bakti 2018-2022, Kamis (2/5/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Arumi Bachsin resmi mendapatkan amanah baru sebagai Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Wanita Olahraga (Perwosi) Jawa Timur Masa Bakti 2018-2022.

Usai dilantik, istri Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak ini berkomitmen untuk tancap gas menyehatkan masyarakat, khususnya kaum perempuan, melalui pola hidup rajin berolahraga.

"Kita harus gas pol, untuk mewujudkan visi Perwosi sebagai organaisasi wanita yang berperan vital dalam mewujudkan masyarakat Jatim yang sehat, produktif, dan bahagia melalui pola hidup sehat dengan berolahraga," kata Arumi usai Pelantikan Pengurus Provinsi (Pengprov) Perwosi Jatim Masa Bakti 2018-2022 di R. Bhinaloka Kantor Gubernur Jatim, Kamis (2/5/2019).

Kata Arumi, hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) menunjukkan bahwa terdapat 26,1 persen proporsi penduduk Indonesia yang melakukan aktivitas fisik kurang aktif.

Menurutnya, salah satu penyebab kurangnya aktivitas fisik tersebut adalah tingkat kesibukan yang tinggi.

"Indonesia jadi negara yang dinilai kurang aktif orangnya, budaya berjalan kita masih sangat kurang. Padahal tingkat kesibukan kita cukup tinggi," kata Arumi.

Misal, jika dalam sehari ada empat acara, berarti empat kali makan, tanpa jalan, hal ini perlu diinstrospeksi, dan diubah menuju pola hidup baru yang lebih sehat, yakni dengan berolahraga.

Untuk membentuk pola hidup sehat melalui olahraga, lanjut Arumi, dapat dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga. Dalam hal ini, kaum perempuan, khususnya ibu-ibu, memegang peranan sangat sentral.

Lifestyle hidup sehat dapat dibiasakan oleh ibu-ibu sejak bangun pagi, beribadah, kemudian membuat sarapan sehat, atau berolahraga bareng dengan keluarga.

"Jika keluarga itu sehat, maka seluruh anggotanya bisa produktif, misalnya orang tuanya bisa bekerja mencari nafkah, kemudian jika nafkah terpenuhi tentu keluarga sejahtera. Jika sejahtera, maka keluarga tersebut akan bahagia, plus bonusnya adalah awet muda jika rajin berolahraga," ucapnya.

Dengan keluarga yang sehat, imbuh Arumi, maka akan berkonstribusi terhadap terwujudnya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, yang tentunya akan menjadi penerus bangsa di masa depan. Hasil dari didikan kaum perempuan, khususnya ibu-ibu, akan terlihat 15-20 tahun mendatang. 

"Jadi, kembali saya tegaskan, peranan wanita yang sudah menikah dan sudah menjadi ibu ini sangat penting. Hasilnya tidak kita petik saat ini, tapi kita bisa melihat kelak dari generasi-generasi bangsa yang telah anda didik mulai sekarang, dimana 15-20 tahun lagi Indonesia dimpinpin oleh orang-orang berkualitas," imbuhnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved