Pemerintahan

VIDEO Sandiaga Uno Sarankan Referendum terkait Jokowi Pindahkan Ibu Kota Negara ke Luar Jawa

Keputusan Presiden Jokowi memindahkan ibu kota negara ke luar Jawa mendapat tanggapan Cawapres Sandiaga Uno. Sandiaga sarankan ada referendum.

VIDEO Sandiaga Uno Sarankan Referendum terkait Jokowi Pindahkan Ibu Kota Negara ke Luar Jawa
Tribunnews/Jeprima
VIDEO Sandiaga Uno Sarankan Referendum terkait Jokowi Pindahkan Ibu Kota Negara ke Luar Jawa 

"Kita ini memiliki 17.000 pulau tapi di Jawa sendiri penduduknya 57 persen dari total penduduk di Indonesia, kurang lebih 149 juta."

"Sehingga daya dukung baik terhadap air, baik terhadap lingkungan, baik lalu lintas, semuanya memang ke depan sudah tidak memungkinkan lagi," kata dia.

Keputusan penting

Setelah menggelar rapat terbatas, Presiden Jokowi akhirnya memutuskan Ibu Kota Negara pindah ke luar Jawa.

Ada sejumlah alasan Presiden jokowi memutuskan Ibu Kota Negara pindah ke luar Jawa dalam rapat terbatas terkait pemindahan Ibu Kota di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/4/2019).

Beberapa alasan pemidanahan itu disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ( Bappenas) Bambang Brodjonegoro.

Sebelum memutuskan itu, awalnya dalam rapat itu ada tiga alternatif yang ditawarkan kepada Presiden Jokowi.

Pertama, Ibu Kota tetap di Jakarta tetapi daerah seputaran Istana dan Monas dibuat khusus untuk kantor-kantor pemerintahan, kementerian, dan lembaga.

Sehingga seluruh kawasan pemerintahan berada di satu tempat dan itu menciptakan efisiensi di dalam tugas koordinasi pemerintah.

Alternatif kedua, pusat pemerintahan pindah ke luar Jakarta, tetapi masih dalam radius sekitar 50-70 km dari Jakarta.

Alternatif ketiga adalah memindahkan Ibu Kota ke luar pulau Jawa, khususnya mengarah kepada kawasan timur Indonesia.

"Dalam rapat tadi diputuskan, Presiden memilih alternatif ketiga, yaitu memindahkan Ibu Kota ke luar Jawa. Ini barangkali salah satu putusan penting yang dilahirkan hari ini," kata Bambang.

Menurut Bambang, keputusan Jokowi itu diambil dengan mempertimbangkan agar Indonesia tidak Jawa sentris.

Diharapkan nantinya pertumbuhan ekonomi bisa merata di setiap wilayah.

Kendati demikian, pemerintah belum memutuskan daerah mana yang akan dipilih menjadi Ibu Kota baru.

Bambang mengatakan, untuk memutuskan lokasi ini masih dibutuhkan pembahasan yang panjang.

"Dan tentunya akan dilanjutkan dengan ratas ( rapat terbatas) berikutnya yang akan bicara lebih teknis, bicara design, dan bicara mengenai masterplan dari kota itu sendiri," kata dia.

Jokowi yakin pemindahan terwujud

Jokowi menekankan persiapan yang matang demi mewujudkan hal itu.

"Memindahkan ibu kota negara membutuhkan persiapan yang matang. Sisi pilihan lokasi yang tepat, termasuk memperhatikan pada aspek geopolitik geostrategis, kesiapan infrastruktur pendukung dan pembiayaan," ujar Jokowi.

"Tapi saya meyakini Insya Allah kalau dari awal kita persiapkan dengan baik, maka gagasan besar ini akan bisa kita wujudkan," lanjut dia.

Jokowi mengatakan, pemindahan ibu kota dari Jakarta sudah menjadi wacana lama.

Bahkan, sejak pemerintahan pertama, Presiden Ir Soekarno.

Namun, wacana itu timbul tenggelam karena tidak segera diputuskan dan tidak direncanakan secara matang dan sistematis.

Presiden menekankan, dalam hal pemindahan ibu kota, jangan sekadar memikirkan jangka pendek.

Tapi, mesti memikirkan jangka panjang.

"Kita harus bicara kepentingan lebih besar, bagi bangsa negara, visioner, dalam jangka panjang sebagai negara besar menyongsong kompetisi global," ujar Jokowi.

Presiden pun kemudian mempersilakan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro untuk memaparkan kajiannya soal pemindahan ibu kota ini.

Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved