Berita Surabaya

Sidak Pembangunan Underpass Joyoboyo, Wali Kota Risma: Awal 2020 Berfungsi

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, melakukan sidak pembangunan Underpass Joyoboyo.

Sidak Pembangunan Underpass Joyoboyo, Wali Kota Risma: Awal 2020 Berfungsi
ahmad zaimul haq/surya
Wali Kota Risma, Rabu (1/5) melakukan sidak pembangunan Terminal Joyoboyo serta rencana pembangunan sejumlah fasilitas yang menghubungkan (underpass) Joyoboyo dengan Kebun Binatang Surabaya (KBS). Didampingi sejumlah pejabat, Walikota menuju beberapa titik didekat terminal Joyoboyo kemudian menyeberang menuju akses pintu masuk KBS di kampung Bumiarjo. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, melakukan sidak pembangunan Underpass Joyoboyo jalan yang menghubungkan antara Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) dengan Kebun Binatang Surabaya (KBS), Rabu (1/5/2019).

Sidak dilakukan bersama beberapa pejabat pemkot Surabaya diantaranya Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Irvan Wahyudrajad, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Erna Purnawati, dan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Ery Cahyadi.

Risma dan sejumlah pejabat pemkot menyusuri lokasi pembangunan TIJ dan pintu masuk KBS yang berada di sisi Kampung Bumiarjo, dengan berjalan kaki.

Risma menyampaikan pembangunan underpass nantinya berfungsi untuk para pejalan kaki dari TIJ ke kawasan KBS.

“Pintu masuk (KBS) tetap. Parkir di sini (KBS) dikurangi, karena bus itu nanti semuanya parkir di Joyoboyo (Park and Ride di dalam TIJ). Jadi underpass memang khusus untuk pengunjung, tidak ada kendaraan. Dia (supir angkot) yang mau pindah angkot atau apa, bisa turun nyebrangnya pakai ini (underpass),” terang Wali Kota Risma saat sidak lokasi pembangunan underpass yang menghubungkan TIJ dan KBS.

Wali Kota Risma menyampaikan para pengunjung KBS ke depan tidak perlu bingung mencari parkir sehingga menyebabkan macet. Mereka cukup parkir di TIJ dan langsung bisa masuk ke KBS melalui underpass.

Proyek Underpass Joyoboyo yang kontraknya jadi satu dengan pembangunan JIT lima lantai itu rencananya akan dibangun dua basement sepanjang 170 meter.

Basement pertama untuk kalur pejalan kaki, berada di basement bawah dengan kedalaman total sepuluh meter.

Kedua basement untuk menggerakkan ekonomi warga setempat.

Nantinya, di sebelah kanan dan kiri jalur underpass akan menjadi lokasi bagi para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) atau pedagang lokal untuk berjualan.

Wali Kota Risma menyebut, pintu masuk Underpass Joyoboyo rencananya berada di dekat Polsek Wonokromo, sedangkan pintu keluar berada di dekat pintu masuk sisi selatan KBS.

"Kemarin belum dapat titiknya karena itu (melewati) tanahnya KAI, harus hubungi KAI dulu. Sebetulnya bisa tapi prosesnya lama, gunakan aja tanahnya KBS supaya nggak lama prosesnya," jelas Risma.

Pembangunan proyek Underpass Joyoboyo ditargetkan selesai bulan Desember 2019, Risma menegaskan dengan begitu seluruh bangunan di Joyoboyo, termasuk underpass, plaza dan park and ride bisa digunakan masyarakat awal tahun 2020.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved