Berita Pasuruan

Peringatan Hari Buruh, Ini Tiga Poin Tuntutan Sarbumusi Jawa Timur

Sarbumusi juga akan menyampaikan tiga poin penting agar disikapi Pemerintah

Peringatan Hari Buruh, Ini Tiga Poin Tuntutan Sarbumusi Jawa Timur
surya.co.id/galih lintartika
Ribuan anggota Sarbumusi mengikuti May Day, Rabu (1/5/2019). 

SURYA.co.id | PASURUAN - Ketua DPW Sarbumusi Jawa Timur Suryono Pane menjelaskan, ribuan anggota Sarbumusi di Jawa Timur sudah di Surabaya.

Ia mengaku, pihaknya akan istighosah sekaligus doa bersama.

Tak hanya itu, dalam aksi damai ini, pihak Sarbumusi juga akan menyampaikan tiga poin penting agar disikapi Pemerintah, dalam hal ini, pemangku kebijakan tertinggi di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

"Ada tiga poin yang ingin kami sampaikan, pertama soal PHK sepihak yang semakin merajalela sekarang, lemahnya fungsi kontrol pemerintah sehingga banyak Perusahaan nakal yang melakukan PHK sepihak ke karyawan, dan persoalan kesejahteraan karyawan alias buruh dalan hal jaminan kesehatan," katanya

Pane menjelaskan, poin pertama itu persoalan PHK sepihak.

Dari data kasus yang ditangani Sarbumusi Jawa Timur, sepanjang tahun 2018-2019, ada sekitar 8.000 karyawan yang di PHK secara sepihak oleh perusahaan di Jawa Timur.

"Mereka diberhentikan secara sepihak dengan menghapus semua hak-hak karyawan. Ini kasus yang harus disikapi oleh Pemerintah Jawa Timur. Bayangkan saja, Sarbumusi sudah 8.000 karyawan, belum serikat buruh lainnya. Sudah puluhan ribu hak karyawan di Jawa Timur yang dihapus dan di PHK sepihak," terangnya.

Kedua, tambah Pane, persoalan kontrol. Sejauh ini, Pemerintah Provinsi hingga Kota dan Kabupaten khususnya Dinas Tenaga Kerja ini tidak memiliki jumlah SDM yang mumpuni.

Dalam hal lain, pemerintah seolah selalu beralibi tenaga Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja itu sedikit.

"Jadi mereka tidak bisa menyikapi sekaligus kontrol perusahaan yang sudah jelas-jelas menyalahi aturan dengan PHK sepihak. Alasannya mereka kekurangan PPNS, jadi tidak maksimal. Bagi saya pribadi, itu bukan alasan. Polisi di Indonesia jumlahnya sedikit, tapi bisa menangani kasus yang begitu banyaknya di Indonesia karena penduduk Indonesia juga banyak. Ini hanya soal alasannya," tambahnya.

Terakhir, kata pria asal Pasuruan ini, pihaknya juga ingin pemerintah membuat aturan yang memberlakukan semua karyawannya untuk mendapatkan jaminan kesejahteraan kesehatan.

Menurut dia, masih banyak karyawan yang tidak mendapatkan jaminan kesehatan karena perusahaannya tidak memberikan jaminan itu.

"Saya berharap, aksi damai untuk menyambut hari buruh besok menjadi momen kebangkitan untuk menyadari kembali pentingnya memenuhi hak - hak buruh. Saya berharap, tiga poin yang menjadi catatan Sarbumusi ini diperhatikan dan dilaksanakan," pungkas dia.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved