Berita Mojokerto

Masyarakat Dawar Mojokerto Disebut Puluhan Tahun Langganan Banjir Kali Lamong, Begini Langkah Pemkab

"Banjir yang terjadi di Dawar ini sudah sekian puluh kali, bahkan sudah terjadi sejak 15 sampai 20 tahun lalu," jelas Ahmad Zaini.

Masyarakat Dawar Mojokerto Disebut Puluhan Tahun Langganan Banjir Kali Lamong, Begini Langkah Pemkab
foto: febrianto ramadani
Kondisi permukiman warga di Kecamatan Dawar Blandong yang terdampak banjir Kali Lamong. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Ahmad Zaini, mengungkapkan Masyarakat Dawar telah puluhan tahun  menerima banjir kiriman Kali Lamong.

Salah satu upaya Pemkab Mojokoerto adalah mengirim surat kepada Badan Wilayah Sungai (BWS) agar menindaklanjuti banjir Kali Lamong tersebut. Selain itu Pemkab menyiapkan dapur umum dan obat-obatan. 

Menurut dia, penyebabnya letak sedimen yang berada di Kali Lamong terlalu tinggi.

Selain itu, tidak ada tanggul untuk menahan aliran air Kali Lamongan, serta tidak adanya normalisasi dan penanganan terkait meluapnya aliran air dari Kali Lamong.

"Banjir yang terjadi di Dawar ini sudah sekian puluh kali, bahkan sudah terjadi sejak 15 sampai 20 tahun lalu," jelas Ahmad Zaini di lokasi banjir di Desa Banyulegi, Dusun Balong Desa, Kecamatan Dawar Blandong, Mojokerto, Jawa Timur, Rabu Sore (1/5/2019).

Ahmad Zaini menilai, banjir kali ini merupakan yang terparah dari sebelumnya.

"Perlu diketahui, jalan yang ada di Dawar ini sudah ditinggikan, namun banjir yang terjadi sekarang ketinggian air mencapai di atas 70 lebih. Bahkan, lebih dari satu mete," ungkapnya.

Agar masyarakat tidak terdampak banjir kiriman Kali lamong, Ahmad Zaini mengaku telah mengirim surat ke Badan Wilayah Sungai (BWS) Solo, di mana Kali lamong merupakan kewenangan BWS Solo.

"Dua minggu yang lalu, Kepala BPBD Provinsi Jawa Timur sudah melakukan kunjungan dan minta segera ada penganganan permanen. Kemudian, kami kirim surat ke BWS Solo dan juga Gubernur Jawa Timur sudah memberikan respons terkait banjir kiriman dari kali lamong ini untuk mengundang BWS Solo agar memberikan paparan kali lamong." Jelasnya.

Camat Dawar Blandong, Norman Handito, menjelaskan, kerugian akibat  banjir ini ditaksir mencapai puluhan juta. Namun, bersyukur akibat banjir ini tidka sampai menelan korban jiwa.

"Ada 4 desa yang terendam banjir Kali Lamong ini, 25 rumah dari Dusun Balong Desa Banyulegi, 20 rumah di Dusun Klanting Desa Pulorejo, 12 rumah di Dusun Ngarus Desa Banyulegi dan 30 rumah di Dusun Brak Desa Talun Blandong," Jelasnya

BPBD Kabupaten Mojokerto sudah menyiapkan fasilitas untuk korban banjir, seperti makanan siap saji, dapur umum, dan obat obatan. (febrianto ramadani)

 
 

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved